Namun saat hendak pulang, Nina dan suaminya meninggalkan ruangan sejenak untuk makan. Mereka menunggu berkas selesai sebelum membawa pulang bayinya.
Sekembalinya ke ruang perawatan, ia menjumpai bahwa bayinya sudah berada ditangan orang lain. “Kan saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” terangnya.
Nina kemudian menghampiri perempuan tersebut untuk memastikan identitas bayi. Ia mengenali wajah serta perlengkapan yang digunakan. “Itu anak saya. Tahu dari bajunya,” katanya.
Baca Juga:Polisi Selidiki Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Sejumlah Saksi DiperiksaKisruh Bayi Nyaris Hilang di RSHS Belum Tuntas, Kuasa Hukum Korban Bantah Kesepakatan Damai!
Tapi memang gelang namanya sudah tidak ada. Nina kemudian memanggil perawat. Sayangnya sang perawat berdalih bahwa namanya sudah lama dipanggil tapi tak ada respons.
Kondisi itupun membuat Nina trauma. Ia berharap kejadian serupa tak terulang kembali, baik kepadanya ataupun orang lain. (San)
