Sempat Keracunan Massal, MBG di Kabupaten Tasik Turunkan Stunting dari 17 Persen Jadi 14 Persen

ILUSTRASI pembiyaan MBG yang sudah menghabiskan dana hingga triliunan.
ILUSTRASI pembiyaan MBG yang sudah menghabiskan dana hingga triliunan.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata terhadap upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya.

Berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya turun dari 17 persen menjadi 14 persen.

“Selama kurang lebih sembilan bulan kepemimpinan kami, ada beberapa capaian yang cukup menggembirakan. Salah satunya angka stunting turun dari 17 persen menjadi 14 persen, bahkan secara penurunan mencapai empat digit,” ujar Cecep di Singaparna, baru-baru ini.

Baca Juga:Pemkab Bogor Tertibkan Anak Jalanan, Mayoritas Pendatang Akan Dipulangkan ke KeluargaPolisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil Disita

Cecep menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa program MBG cukup efektif dalam membantu meningkatkan kualitas gizi anak-anak, terutama bagi anak usia sekolah yang menjadi sasaran utama program.

Kehadiran MBG, menurut dia, memberikan intervensi gizi langsung yang sebelumnya belum optimal dijangkau oleh program lain.

Namun di balik keberhasilan itu, Cecep tidak menampik bahwa pelaksanaan MBG di lapangan menemui berbagai persoalan. Salah satu yang paling mencuat adalah laporan dugaan keracunan makanan di sejumlah lokasi distribusi.

Selain itu, terdapat pula kendala teknis seperti keterlambatan pengiriman dan ketidaksesuaian menu.

“Saya tidak menampik, dalam pelaksanaan MBG ada beberapa persoalan, termasuk kejadian keracunan dan hal lainnya. Namun dalam setiap program tentu ada kekurangan yang harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Cecep.

Menurut Cecep, kejadian keracunan tersebut telah ditangani secara cepat oleh dinas terkait dan tidak menimbulkan korban serius.

Pemerintah kabupaten langsung melakukan koordinasi dengan puskesmas dan unit pelaksana MBG untuk memastikan keamanan pangan ke depan.

Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak 

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Cecep menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh aspek pelaksanaan MBG, mulai dari sumber bahan baku, proses memasak, hingga pendistribusian ke sekolah-sekolah.

“Kami ingin ke depan pelaksanaan MBG semakin baik dan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Penurunan stunting harus terus berlanjut, tetapi tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan,” kata Cecep.

Dengan capaian penurunan stunting dari 17 persen menjadi 14 persen, Kabupaten Tasikmalaya kini berada di bawah rata-rata nasional.

0 Komentar