JABAR EKSPRES – Lonjakan harga minyak bumi akibat perang Iran melawan Israel dan sekutuya, Amerika Serikat (AS), turut memengaruhi kondisi fiskal berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kendati begitu, pemerintah RI belum menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah tersebut. Lalu, bagaimana nasib fiskal RI?
Merepons hal itu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengklaim bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali, meski pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi.
Baca Juga:Rupiah Tembus Rp17 Ribu, Menko Airlangga Malah Bilang Begini! Parkir Liar Rp50 Ribu di Stadion Pakansari Viral, Pemkab Bogor Gerak Cepat Bentuk Satgas
Menurutnya, langkah pemerintah sudah tepat. Di tengah dinamika global ini, pemerintah harus lebih fokus menjaga daya beli masyarakat agar fiskal tetap terjaga. Salah satunya dengan tidak menaikkan harga BBM subsidi.
“Resepnya adalah kita harus jaga daya beli masyarakat. Jadi BBM tidak kita naikkan,” ujarnya, dikutip Kamis (9/4/2026).
Juda menilai, hingga kuartal I 2026 ini, kinerja ekonomi Indonesia tetap solid dengan laju pertumbuhan ekonomi yang mampu mencapai 5,4 hingga 6 persen.
Kondisi itu, kata dia, tidak lepas dari konsumsi domestik yang tetap terjaga, ekspor komoditas seperti batu bara dan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang menguat, serta dorongan investasi.
Selain itu, penerimaan pajak dan belanja negara juga menunjukkan tren positif. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pun terjaga di bawah ambang batas 3 persen.
“Karena belanja subsidinya naik, ini kita kelola supaya belanja yang lain lebih efisien tapi tetap efektif untuk mendorong program-program prioritas. Ada ruang-ruang untuk efisiensi. Inilah yang kita kelola sehingga overall APBN kita masih bisa kita jaga di bawah 3 persen budget defisitnya,” paparnya.
Di samping itu, Juda juga menegaskan bahwa sejumlah kebijakan fiskal yang diambil telah diperhitungkan dengan matang, sebagai bagian dari sikap adaptif, koordinasi yang kuat, serta komunikasi yang transparan dalam menghadapi ketidakpastian global.
Baca Juga:Harga Plastik Naik Bikin UMKM Repot, Begini Respons PemerintahHarga BBM Nonsubsidi Bakal Naik, Warga Bersiap!
“Apa yang kami sampaikan ini di fiskal ini adalah based on perhitungan-perhitungan detail. Jadi ini memang sebuah masukan dan tentu saja komunikasi harus terus kita lakukan dari hari ke hari,” tuturnya.
Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan seluruh kebijakan strategis yang diambil, termasuk menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 merupakan hasil koordinasi di bawah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
