JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan sistem data kependudukan di wilayahnya tetap aman menyusul isu kebocoran jutaan data warga Kota Bandung yang viral di media sosial.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bandung Barat, Hendra Trismayadi, menegaskan hingga saat ini tidak ditemukan indikasi kebocoran data pada sistem yang dikelola pihaknya.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, sampai saat ini tidak ada indikasi kebocoran data pada sistem kami,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga:Polisi Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Klapanunggal, Ribuan Pil DisitaAksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk Polisi
Ia menyebut, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga keamanan dan integritas data masyarakat. Pengawasan tersebut juga dilakukan bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna memastikan perlindungan data berjalan optimal.
Selain itu, Hendra mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat tidak panik serta tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan data kependudukan saat ini telah menggunakan sistem terpusat melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di bawah kendali Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Dukcapil.
Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah tidak lagi menyimpan database secara mandiri di server lokal. Kebijakan ini dinilai mampu meminimalisir potensi kerentanan keamanan di tingkat daerah sekaligus memastikan standar perlindungan data yang seragam secara nasional.
“Pengamanan data juga diperkuat dengan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang mengacu pada standar internasional,” tandasnya.
Sebelumnya, isu kebocoran data mencuat setelah akun media sosial X bernama VECERT Analyzer mengunggah peringatan pada 29 Maret 2026. Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya dugaan eksfiltrasi database kependudukan Kota Bandung dalam jumlah besar.
Baca Juga:Di Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak Elnusa Bidik Status 'Low-Cost Operator' Dunia: Targetkan Efisiensi Operasi Hingga 25%
Akun tersebut juga menuding kelompok peretas bernama “Petrusnism” sebagai pihak yang bertanggung jawab. Mereka diklaim telah menguasai lebih dari satu juta data individu warga yang diduga diperoleh secara ilegal dari catatan resmi kependudukan. (Wit)
