Skema ini menuntut transparansi tinggi agar penyaluran rumah benar-benar tepat sasaran dan tidak jatuh ke tangan spekulan properti.
“Contoh kemarin ada dari Astra komitmen membangun hunian tersebut bersifat CSR, intinya semua aturan harus memudahkan rakyat,” ungkap Maruarar.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan mendalam terkait jumlah unit yang bisa dibangun di kawasan terintegrasi tersebut.
Baca Juga:Menteri PKP Siapkan Skema Baru Rumah Subsidi untuk Warga KotaDemi Kredit Perumahan Subsidi, Menteri PKP Sarankan Pemutihan BI Checking?
Penataan kawasan ini akan mencakup zona bisnis dan zona umum guna mendukung keberlanjutan ekonomi penghuninya di masa depan.
Optimalisasi lahan aset negara menjadi kunci agar kawasan perkotaan tidak semakin kumuh akibat minimnya penyediaan rumah formal bagi pekerja.
“Unitnya lagi kami hitung untuk mengoptimalkan konsep TOD ini di mana semua kawasan akan terintegrasi sepenuhnya,” pungkas Bobby Rasyidin. (yan)
