Menteri PKP Siapkan Skema Baru Rumah Subsidi untuk Warga Kota

Menteri PKP Siapkan Skema Baru Rumah Subsidi untuk Warga Kota
Ilustrasi perumahan subsidi. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah tingginya harga properti di kota-kota besar, pemerintah pusat menyiapkan terobosan untuk menghadirkan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di kawasan perkotaan seperti Jakarta.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan, pemerintah tidak tinggal diam melihat tantangan yang dihadapi warga kota dalam mengakses perumahan layak dan terjangkau.

Untuk itu, kementeriannya tengah merancang skema rumah subsidi berbasis rumah susun (rusun), bekerja sama dengan BP Tapera, Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah.

Baca Juga:Menteri PKP : 25 Ribu Rumah Subsidi Siap Akad Senin Depan!Cara Daftar Rumah Subsidi yang Diluncurkan Pemerintah Akhir September 2025, Cicilan Mulai Rp1 Juta per Bulan

“Kami berdiskusi ingin membuat terobosan-terobosan, termasuk dengan pemerintah di daerah dan kota, bagaimana ada rumah subsidi di kota,” kata Ara dikutip dari ANTARA, Kamis (25/9).

Berbeda dengan rumah subsidi di daerah pinggiran yang umumnya berupa rumah tapak, rumah subsidi di perkotaan akan berbentuk rusun.

Hal ini disesuaikan dengan keterbatasan lahan di kota-kota besar yang tidak memungkinkan pembangunan horizontal secara luas.

Dengan langkah tersebut, diharapkan rumah subsidi juga bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga bisa tersedia di area perkotaan.

“Kami akan membuat terobosan baru, bagaimana nanti BP Tapera, Kementerian Keuangan, dan kami bersama pemda, terutama di perkotaan, membuat skema baru untuk rusun yang ada di perkotaan tapi dengan subsidi,” tambah Ara.

Untuk merealisasikan skema ini, Maruarar telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah dua kali bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, untuk membahas rencana ini.

Baca Juga:BP Tapera Targetkan Bangun 350 Ribu Rumah Subsidi Tahun Ini, Pastikan Sesuai UUPemerintah Perluas Akses Perumahan untuk Buruh, Kuota Rumah Subsidi Naik Jadi 50 Ribu Unit

Namun, detail persiapan itu akan ia sampaikan menyusul saat perkembangan koordinasi lebih matang.

“Kami sudah dua kali bertemu, bersama ya untuk suatu terobosan. Mudah-mudahan ada titik temunya,” kata Ara.

Berdasarkan catatan, total realisasi kredit perumahan rakyat (KPR) rumah subsidi sejak 1 Januari 2025 hingga 15 September 2025 sebanyak 221.047 unit.

Di angka tersebut, jumlah KPR rumah subsidi dari yang masih proses pembangunan, ready stock (sudah dibangun tapi belum akad kredit), hingga akad kredit tapi dana pinjaman KPR-nya belum cair sebanyak 45.385 unit rumah.

0 Komentar