JABAR EKSPRES – Keluhan warga terkait pencemaran air bersih yang diduga bersumber dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Banjar mendapat respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar.
Warga setempat, khususnya di sekitar lokasi dapur MBG, melaporkan adanya perubahan signifikan pada air sumur yang mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Air yang biasanya jernih berubah menjadi keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa waktu terakhir dan memicu protes keras dari masyarakat.
Baca Juga:350 Dapur MBG di Jabar Ditutup Sementara oleh BGN, Dua Termasuk di Kota BanjarAncaman Dirumahkan, Nasib 28 Guru Honorer Kota Banjar Dipertaruhkan di Tengah Program MBG
Meti, seorang warga Balokang yang rumahnya berjarak sangat dekat dengan dapur MBG tersebut, mengaku yakin pencemaran itu berasal dari limbah IPAL.
“Air yang biasanya jernih kini keruh dan berbau. Kami yakin ini dampak dari limbah IPAL MBG,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (6/4/2026).
Menindaklanjuti keluhan tersebut, DLH Kota Banjar langsung melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Kabid Penataan Peningkatan Kapasitas dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Dyah Shita Asri Wahyuningrum, membenarkan bahwa posisi IPAL memang bermasalah.
“Memang betul IPAL-nya terlalu dekat dengan rumah warga. Harusnya minimal 10 meter jaraknya dari sumur bor,” kata Dyah. Ia menegaskan bahwa pencemaran semacam ini tidak boleh terus terjadi karena berpotensi membahayakan kesehatan warga.
Pihaknya sudah meminta pengelola dapur MBG untuk segera melakukan evaluasi ulang terhadap sistem dan posisi instalasi pengolahan limbah.
“Kami tegaskan kepada pihak dapur MBG itu untuk segera memperbaiki sistem IPAL. Posisi instalasi dan pengolahan limbah harus dievaluasi ulang agar tidak lagi mencemari sumber air warga,” tegas Dyah.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG tersebut, Dicki Arigustian, menjelaskan bahwa pembangunan IPAL sepenuhnya dikerjakan oleh pihak ketiga selaku penyedia jasa.
Baca Juga:19 dari 28 Dapur MBG di Banjar Sudah Kantongi IPALHasil Uji Lab Sampel MBG Negatif, Dinkes Banjar Duga Keracunan Pelajar Akibat Hal Ini!
“Itu dikerjakan oleh pihak penyedia jasa (pihak ketiga). Persoalan ini segera kami sampaikan ke penyedia jasa agar diperbaiki,” kata Dicki.
Pihak penyedia jasa, Turehan mengakui kesalahan tersebut dan berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan. “Ya kita akan perbaiki, akan kita pindahkan lokasi IPAL-nya ke tempat yang lebih aman supaya tidak mencemari sumur milik warga,” katanya. (CEP)
