Ia menyebut, sejumlah kawasan wisata memilih bekerja sama dengan pihak lokal seperti Karang Taruna, namun pengelolaan akhirnya tidak tuntas dan tetap bermuara ke lokasi di Bojongwaru.
“Yang penting di kawasan mereka bersih, tapi tidak berpikir sampai ke hilir sampahnya ke mana,” ujarnya.
DLH mendorong adanya penataan ulang sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut, termasuk kemungkinan pembangunan fasilitas seperti TPST atau TPST3R yang dikelola secara mandiri namun sesuai standar.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
“Kalau memang tidak melibatkan DLH, harus dipastikan kawasan tersebut mandiri dalam pengolahan sampahnya dan tidak menimbulkan masalah lingkungan,” jelasnya.
DLH juga berencana kembali meninjau lokasi dalam waktu dekat untuk memastikan adanya perbaikan pengelolaan.
“Jangan asal buang, nanti tetap jadi masalah lingkungan baru. Beres di kawasan wisata, tapi di Bojongwaru jadi masalah baru,” pungkasnya.
