Kisah di Balik Call Center 112 Cimahi: Curhat Berjam-jam, Seorang Warga Nyaris Bundir Berhasil Diselamatkan

Kisah Call Center 112 Cimahi: Curhat Berjam-jam, Seorang Warga Nyaris Bundir Berhasil Diselamatkan
Petugas operator call center 112 Cimahi campernik saat melayani masyarakat (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Layanan darurat Call Center 112 Cimahi Campernik menunjukkan pergeseran fungsi.

Selain menerima laporan kegawatdaruratan, layanan ini kini kerap dimanfaatkan warga sebagai ruang mencurahkan persoalan pribadi, bahkan hingga kasus yang mengarah pada indikasi percobaan bunuh diri.

Penelaah Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo Kota Cimahi, Adhy Ramadhyan, mengatakan fenomena tersebut terungkap dari laporan yang masuk ke petugas call taker pada tahun 2025.

Baca Juga:Inovasi RWCoin Hadir di Cimahi, Dorong UMKM Naik KelasHadapi Beragam Laporan, Begini Cara Kerja Layanan Call Center 112 Cimahi Campernik 

“Terkait dengan laporan yang unik ke Call Center 112 Cimahi Campernik, di sini juga laporan yang unik juga ada beberapa yang pernah saya dapatkan laporan dari teman-teman petugas call taker, salah satunya dulu pernah ada, itu tuh terkait dengan warga Cimahi yang curhat,” ujar Adhy saat diwawancarai Jabar Ekspres di ruang Call Center 112 Pemkot Cimahi, Kamis (2/4/2026).

Menurut Adhy, salah satu kasus yang menonjol berasal dari seorang warga yang menghubungi 112 bukan untuk melaporkan kejadian kedaruratan, melainkan meluapkan tekanan psikologis yang dialaminya.

“Jadi kayak mau, mungkin dalam tanda kutip bunuh diri gitu, seperti ada indikasi seperti itu, tapi akhirnya telepon ke kita, ke call center 112,” ungkap Adhy.

Petugas, lanjutnya, berupaya menenangkan penelepon dalam percakapan yang berlangsung cukup lama. Upaya tersebut berujung pada pembatalan niat yang bersangkutan.

“Akhirnya, waktu itu tuh sampai hampir satu jam-an lah, satu jam-an lebih itu cerita, mungkin cerita keluh kesahnya, akhirnya Alhamdulillah tidak jadi untuk melakukannya indikasi-indikasi yang seperti tadi disampaikan,” ujar dia.

Adhy menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima, penelepon tersebut merupakan seorang perempuan yang tengah menghadapi persoalan pribadi.

“Itu info terakhir yang waktu itu didapatkan oleh saya itu tuh jadi perempuan, perempuannya itu dia tuh curhat. Katanya curhat terkait dengan mungkin kayak kegalauan atau apalah gitu ada mungkin problem atau apa akhirnya dia ke 112 teleponnya,” ungkapnya.

Baca Juga:Pinjaman dengan Bunga 6 Persen, Kopdes Jadi Senjata Lawan RentenirPeluang Investasi, Forum Bisnis Indonesia-Jepang Hasilkan Komitmen USD 22,6 Miliar 

“Kalau yang waktu itu tuh perempuan kalau enggak salah masih single kalau enggak salah infonya. Karena memang waktu itu menerima itu kan operator kebetulan operatornya waktu itu menginfokan bahwa ada yang memang curhat dan lain sebagainya,” lanjut Adhy.

0 Komentar