“Biasanya by phone. Mereka kalau ke kita tuh by phone, kebanyakan itu telepon WA, kan ada hotline-nya. Itu Damkar Kota Cimahi, kalau misalkan di dalam itu, WA itu langsung kita bisa hubungi,” terangnya.
Namun, untuk kasus tertentu, warga juga datang langsung ke markas komando (Mako), terutama untuk bantuan yang bersifat teknis ringan. Damkar Cimahi juga kerap menangani kasus-kasus unik, salah satunya pelepasan cincin yang tersangkut di jari.
“Tapi kalau yang bukan by phone, kebanyakan itu cincin. Pelepasan cincin, anting gitu, biasanya datang. Datang ditolong gitu,” kata Achmad.
Baca Juga:Cerita Unik Damkar Cimahi: Padamkan Api, jadi Psikolog Putus Cinta hingga Rayakan Ulang Tahun WargaData Damkar Cimahi: Kejadian Kebakaran Menurun tapi Kasus Non Kebakaran Melonjak
Dalam beberapa kasus, lanjut Achmad, kondisi jari sudah membengkak sehingga membutuhkan penanganan cepat.
“Langsung, langsung ke Mako. Jadi jarinya udah bengkak, dia udah bengkak tangannya, minta dipotong cincinnya gitu,” terang dia.
Menariknya, menurut Achmad, mayoritas kasus cincin justru dialami oleh laki-laki, terutama yang menggunakan cincin batu akik.
“Tapi udah kebanyakan ya yang saya tahu, yang cincin-cincin ini tuh malah laki-laki itu banyaknya. Yang cincin-cincin batu akik gitu. Hati-hati itu, barareuh (bengkak-bengkak),” kata Achmad.
Sementara itu, untuk perempuan, kasus yang terjadi umumnya melibatkan cincin berbahan emas yang relatif lebih mudah ditangani.
“Kalau ibu-ibu biasanya emas-emas yang kayak gitu. Ya emas mah kan tinggal digunting, enggak terlalu sulit. Kalau yang laki-laki kan cincin yang kayak batu akik-batu akik gitu,” tandasnya. (Mong)
