JABAR EKSPRES – Akses terhadap pengetahuan semestinya tidak dibatasi oleh kondisi fisik maupun hambatan seseorang dalam mengakses layanan publik. Prinsip tersebut menjadi salah satu pijakan Perpustakaan Kota Cimahi dalam membuka ruang literasi yang ramah, aman, dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Komitmen itu kembali ditegaskan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Diah Ajuni Lukitosari, saat ditemui Jabar Ekspres di Perpustakaan Kota Cimahi, Jalan Pacinan No. 19, Cimahi Tengah, Selasa (18/8/2026).
Diah mengatakan, kunjungan masyarakat ke perpustakaan, termasuk dari sekolah luar biasa (SLB), merupakan bagian dari kegiatan yang secara rutin dibuka oleh pihaknya. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak memiliki hambatan dalam mengakses layanan, tetapi juga harus dapat menjadi ruang yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:Semarak HUT RI ke-81, Kebun Raya Bogor Gelar Lomba 17-an hingga Parade Onthel Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah untuk melakukan kunjungan ke Perpustakaan Kota Cimahi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan literasi, terutama kepada para pelajar.
“Untuk saat ini kita buka di sekolah-sekolah yang akan berkunjung ke perpustakaan. Jadi misi kami di perpustakaan itu adalah sebanyak-banyaknya masyarakat, pelajar terutama mau berkunjung ke perpustakaan,” ujar Diah saat diwawancarai Jabar Ekspres di lokasi.
Menurut Diah, kunjungan ke perpustakaan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas melihat maupun membaca koleksi buku. Setelah mengenal perpustakaan, masyarakat diharapkan terdorong untuk membaca, memperoleh pengetahuan, hingga mengembangkan keterampilan.
“Dimana pada akhirnya kan membentuk karakter anak-anak itu yang memang lebih berkualitas,” tutur Diah.
Kehadiran rombongan dari SLB Pambudi Dharma 1 Cimahi, lanjut Diah, juga menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat membaca atau meminjam buku.
Perpustakaan dapat menjadi ruang untuk menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang dirancang agar menarik bagi anak-anak usia sekolah maupun masyarakat secara umum.
Dengan demikian, perpustakaan diharapkan tidak dipandang sebagai ruang yang hanya menyimpan koleksi buku, melainkan sebagai tempat belajar dan beraktivitas yang dapat diakses masyarakat.
Baca Juga:Kunjungi Kontingen Kwarda Jateng di Jamnas XII, Ahmad Luthfi: Pramuka Mencetak Calon Pemimpin Masa DepanTP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan Hadirkan Ruang Baru Bagi Musik, Budaya, dan Komunitas
“Namun, bisa juga ada kegiatan-kegiatan yang diharapan bisa menarik terutama anak-anak di usia sekolah, dan masyarakat yang umum, itu untuk datang ke perpustakaan,” paparnya.
