JABAR EKSPRES – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menyambut hangat sikap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang bakal turun tangan terkait kondisi Bandung Zoo. Termasuk internal PDIP Jawa Barat juga telah galang dana khusus.
Ono menguraikan, pihaknya hari ini (Senin 30/3/2026) juga memanggil langsung pihak BKSDA Jawa Barat. Untuk membicarakan persoalan teknis dan tindak lanjut masalah tersebut.
“Mudah-mudahan hari ini sudah ada tindak lanjut yang jelas. Nanti habis rapat paripurna, saya pun bertemu dengan BKSD Jawa Barat ya, di bawah Kementerian Kehutanan,” katanya.
Baca Juga:Seleksi Pengelola Baru Bandung Zoo Segera Dibuka, Pemkot Umumkan Ini SyaratnyaBuntut Anak Harimau Mati, Dedi Mulyadi Turun Tangan Masalah Bandung Zoo
Ono melanjutkan, salah satu yang diharapkan sebagai tindak lanjut adalah peran rumah sakit hewan provinsi. “Rumah Sakit Hewan Jawa Barat yang di bawah Dinas Peternakan untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh satwa secara rutin,” jelasnya.
Selain itu, Ono juga menegaskan bahwa PDIP Jawa Barat juga bergerak langsung terkait masalah itu. Yakni dengan penggalangan dana atau donasi pakan.
“Tadi Pak Gubernur ya menyatakan dukungannya. Termasuk yang dari PDI Perjuangan, kami sudah menggalang setiap bulannya itu Rp239 juta,” cetusnya.
Ono melanjutkan, PDIP juga bakal membentuk tim khusus untuk mengawal masalah itu. “Kalau kebutuhan extra fooding-nya misalnya dibutuhkan kamu akan siapkan, kebutuhan terkait dengan kebersihannya apa-apa, nanti tim yang akan mengelola Rp239 juta per bulan untuk Bandung Zoo tersebut,” katanya.
Menurut Ono, banyak skema yang bisa dilakukan Pemprov Jawa Barat terkait kebutuhan teknis itu. Misalnya melalui hibah terkait kebutuhan pakan.
“Kemarin kan informasinya Pak Wali Kota Bandung akan mengangkat mereka (karyawan Bandung Zoo. Red) menjadi tenaga ahli. Kami nanti lihat, kalaupun tadi saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur, kalau lama-lama-lama ya lebih baik ambil alih nanti dibayar oleh Provinsi,” katanya.
Menurut Ono, yang dibutuhkan saat ini adalah langkah cepat. “Perlu langkah yang cepat ya terkait dengan status karyawan. Termasuk persoalan pakan,” katanya. (son)
