“Harga dari pemasok masih tinggi, jadi kami jual mengikuti. Pembeli ada, tapi memang tidak sebanyak biasanya,” kata Rudi.
Menurutnya, sebagian pembeli kini memilih mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan.
“Biasanya beli satu kilo, sekarang banyak yang setengah kilo saja,” ucapnya.
Baca Juga:Pemerintah Perkuat Intervensi Pasar, Harga Pangan Dijaga Stabil Selama Ramadhan–LebaranPerkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Hal serupa disampaikan pedagang daging sapi, Asep (45). Ia mengatakan harga daging sapi yang masih tinggi dipengaruhi terbatasnya pasokan serta biaya distribusi yang belum stabil.
“Masih di kisaran Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilo. Pembeli sekarang lebih selektif,” ujar Asep.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat mulai beralih ke alternatif lain seperti daging ayam atau mengurangi konsumsi daging sapi.
“Yang beli tetap ada, tapi tidak sebanyak dulu. Banyak yang menyesuaikan,” katanya. (Wit)
