Harga Pangan di KBB Belum Stabil, Cabai hingga Daging Masih Mahal

Harga Pangan di KBB Belum Stabil, Cabai hingga Daging Masih Mahal
Pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Tagog Padalarang, Bandung Barat. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Bandung Barat (KBB) tercatat masih tinggi, meski beberapa komoditas mulai mengalami penurunan dibanding pekan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit di tingkat pedagang eceran saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Angka tersebut memang turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp120.000 per kilogram, namun masih tergolong tinggi bagi sebagian masyarakat.

Selain cabai rawit, harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan menjadi Rp23.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan ukuran di bawah satu liter dijual sekitar Rp20.000 per kemasan.

Baca Juga:Pemerintah Perkuat Intervensi Pasar, Harga Pangan Dijaga Stabil Selama Ramadhan–LebaranPerkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Untuk komoditas protein, harga daging ayam masih bertahan di angka Rp40.000 per kilogram, sedangkan daging sapi berada pada kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Kondisi tersebut mulai dikeluhkan pembeli di pasar tradisional. Salah seorang warga, Ita (43), mengaku harus mengurangi jumlah belanja akibat harga kebutuhan pokok yang belum stabil.

“Sekarang apa-apa serba mahal, terutama cabai sama minyak. Jadi terpaksa dikurangi belinya, biar cukup untuk kebutuhan lain,” ujar Ita saat ditemui di pasar, Senin (30/3/2026).

Ia menuturkan, kenaikan harga ini sudah terasa sejak menjelang Lebaran dan belum sepenuhnya kembali normal hingga saat ini.

“Harapannya sih bisa cepat turun lagi, karena kebutuhan dapur kan setiap hari harus ada,” katanya.

Sementara itu, pedagang cabai rawit, Fitri (30), mengatakan harga cabai memang mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyebut harga sempat menyentuh Rp120.000 per kilogram sebelum akhirnya turun ke Rp90.000 per kilogram.

“Sekarang memang sudah turun, tapi masih tinggi. Pasokan dari petani juga belum banyak,” kata Fitri.

Baca Juga:Cek Harga di Pasar Kosambi, Satgas Pangan Polda Jabar: Masih Sesuai HETSepekan Jelang Lebaran 2026, Cabai Rawit Tembus Rp80 Ribu Meski Stok Pangan Lain Aman dan Stabil

Ia mengaku tidak berani menyetok cabai dalam jumlah besar karena khawatir tidak terjual dan berujung kerugian.

“Kalau stok banyak takut busuk, jadi sekarang ambil secukupnya saja,” ujarnya.

Di sisi lain, pedagang ayam, Rudi (35), menyebut harga daging ayam yang masih berada di angka Rp40.000 per kilogram dipengaruhi harga dari distributor yang belum mengalami penurunan.

0 Komentar