JABAR EKSPRES – Ancaman kejahatan siber kian nyata seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat. Serangan seperti phishing, penyebaran malware, hingga pencurian data kini menjadi risiko serius, termasuk di tingkat daerah seperti Kota Cimahi.
Pemerintah pun mulai mengingatkan masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, agar lebih waspada terhadap beragam modus kejahatan digital yang terus berkembang.
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi melalui sistem Security Operations Center (SOC), Pemerintah Kota Cimahi memastikan hingga saat ini belum pernah terjadi insiden siber yang berdampak langsung terhadap sistem elektronik pemerintahan.
Baca Juga:Mengintip Strategi Diskominfo Cimahi Hadapi Ancaman Siber, Zero Trust dan SOC TerpaduPolda Jabar Siagakan Patroli Siber Selama Mudik–Arus Balik Lebaran 2026
Serangan yang dimaksud mencakup phishing yang menargetkan sistem, peretasan infrastruktur, maupun kebocoran data pada layanan publik resmi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh menegaskan terdapat beberapa kejadian pada level individu (perseorangan), yang umumnya disebabkan oleh keterbatasan pemahaman terhadap security awareness, seperti klik tautan mencurigakan, penggunaan kata sandi yang lemah.
“Atau juga kurangnya kewaspadaan terhadap teknik social engineering,” ungkap Ahmad saat dikonfirmasi Jabar Ekspres melalui pesan WhatsApp, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan, kasus-kasus tersebut tidak berdampak pada sistem pemerintahan secara keseluruhan. Namun, kejadian itu menjadi indikator penting bahwa faktor manusia masih menjadi titik kerentanan utama dalam ekosistem keamanan siber.
Dari sisi ancaman, berbagai upaya serangan seperti probing, scanning, hingga brute force terhadap layanan publik disebut terdeteksi secara rutin. Fenomena ini dinilai sebagai hal umum pada sistem yang terhubung dengan jaringan global.
“Akan tetapi, seluruh upaya tersebut sejauh ini dapat dideteksi, diisolasi, dan dimitigasi secara efektif melalui pengamanan berlapis yang telah diterapkan, termasuk Wazuh untuk deteksi anomali, Web Application Firewall (WAF) untuk proteksi aplikasi, serta pengamanan jaringan dan endpoint berbasis Sophos,” tuturnya.
Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo Kota Cimahi terus memperkuat sejumlah strategi utama. Salah satunya adalah peningkatan kesadaran keamanan siber bagi ASN dan masyarakat melalui edukasi berkelanjutan, simulasi phishing, serta kampanye literasi digital.
Baca Juga:Kolaborasi Len – BSSN Selaraskan Strategi Keamanan Siber NasionalSerangan Siber dari China ke Taiwan Meningkat Tajam Sepanjang 2025
Selain itu, lanjut Ahmad, penerapan Multi-Factor Authentication (MFA) mulai diperluas, terutama pada sistem kritikal dan akses administratif guna mengurangi risiko kebocoran kredensial. Peningkatan juga dilakukan pada kapasitas deteksi dan respons melalui pengembangan SOC, termasuk pemanfaatan threat intelligence dan otomatisasi penanganan insiden (SOAR).
