JABAR EKSPRES – Arus balik Lebaran gelombang kedua yang diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan pada Sabtu (28/3/2026) atau H+6 justru terpantau landai.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menyebut, hingga pukul 12.00 WIB kendaraan yang melintas dari arah Garut/Tasik ke Bandung mencapai 37.986, peningkatan volume kendaraan belum terlihat signifikan.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengatakan kondisi lalu lintas sejak pagi masih relatif terkendali.
Baca Juga:Arus Balik Lebaran Masih Stabil, Dishub Prediksi Puncak ke-2 Terjadi Akhir PekanArus Balik Mulai Meningkat, 14.579 Penumpang Tercatat Telah Masuk Bandung via Terminal Cicaheum
“Betul, belum mengalami peningkatan yang diprediksikan akan padat kembali,” ujarnya.
Ruddy menjelaskan, pantauan di sejumlah titik, termasuk kawasan Limbangan, menunjukkan arus kendaraan masih lancar dan tidak terjadi kepadatan berarti.
“Kalau dari pagi dilihat sih tidak mengalami peningkatan yang cukup. Kita pantau di Limbangan juga tidak terlalu padat seperti yang diprediksi akan menjadi arus balik,” katanya.
Menurutnya, melandainya arus balik gelombang kedua ini disebabkan puncak pergerakan pemudik sudah terjadi lebih awal, yakni sejak H+2 atau Selasa (24/3) Lebaran.
“Kalau kita lihat dari data, mulai dari H+2 Lebaran itu sudah mengalami peningkatan yang luar biasa. Walaupun puncaknya di H+3, tapi di jalan itu sudah mulai padat sejak H+2,” jelasnya.
Ia menduga banyak pemudik memilih kembali lebih awal untuk mengejar aktivitas kerja yang dimulai pada H+4 atau Kamis (26/3), sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada hari ini.
Meski demikian, Dishub tetap melakukan pemantauan lanjutan, terutama di jalur timur seperti Limbangan hingga arah Garut, guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan arus kendaraan pada sore hingga malam hari.
Baca Juga:Kemnaker Perketat Pengawasan, Aduan THR Tak Lagi Berhenti di AdministrasiTransisi Kompor Listrik Dinilai Jadi Kunci Kurangi Ketergantungan Impor Energi, Benarkah?
Terlebih, sempat ada informasi penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di wilayah Garut.
Di sisi lain, faktor cuaca menjadi perhatian serius. Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Bandung Raya berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalur selatan seperti Nagreg.
“Curah hujan cukup tinggi, bahkan ada beberapa genangan air. Kami mengimbau kepada para pemudik untuk lebih berhati-hati,” kata Ruddy.
Ia mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan perjalanan dan tetap mengutamakan keselamatan.
