Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan jumlah kendaraan roda dua yang mencapai 5.985 unit.
Dari jumlah mobil pribadi tersebut, sebanyak 5.250 unit didominasi oleh kendaraan yang melintas, menegaskan bahwa jalur Ciamis menjadi lintasan favorit bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan keluarga.
Meski tren menunjukkan penurunan, Dishub Kabupaten Ciamis bersama jajaran instansi terkait seperti kepolisian dan TNI tidak serta merta mengurangi kewaspadaan. Mereka terus melakukan pemantauan secara intensif di titik-titik rawan kemacetan dan lokasi rawan kecelakaan.
Baca Juga:Pembeli di Jalur Nagreg Sepi, Harapan Pedagang Bertumpu pada Arus BalikDishub: Lonjakan Arus Balik Lebaran 2026 Menuju Bandung Lebih Tinggi Dibandingkan Tahun Lalu
Pengaturan lalu lintas secara manual maupun menggunakan sistem ganjil-genap atau one way skala lokal tetap dilakukan secara situasional guna mengurai potensi penumpukan kendaraan yang terjadi secara tiba-tiba.
Meski volume kendaraan berkurang dibandingkan puncak arus balik beberapa hari lalu, kecepatan kendaraan di jalur utama Ciamis masih berfluktuasi.
Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya kendaraan besar seperti bus dan truk yang mulai beroperasi normal kembali, ditambah dengan adanya aktivitas masyarakat lokal yang juga mulai kembali beraktivitas. Namun, secara keseluruhan, kondisi lalu lintas hingga siang hari ini terpantau lancar.
Pihak Dishub mengimbau kepada para pengguna jalan yang masih dalam perjalanan arus balik untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas, memastikan kondisi fisik prima, serta melakukan istirahat yang cukup jika merasa lelah.
“Kami perkirakan arus balik akan terus berangsur normal hingga akhir pekan nanti. Kami akan tetap bersiaga penuh hingga batas waktu yang ditentukan,” pungkas Uga. (CEP)
Caption:
