Pakar Nilai Masayrakat Tak Perlu Khawatir Soal Pasokan Energi, Sebut Indonesia On The Right Track

Pakar Nilai Masayrakat Tak Perlu Khawatir Soal Energi, Sebut Indonesia On The Right Track
Aktivitas Perwira Pertamina di Kilang Cilacap untuk menjaga ketahanan energi. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pakar Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Profesor Hamid Paddu menilai bahwa, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir dengan ketersediaan energi.

Menurutnya, meskipun saat ini konflik di Timur Tengah berdampak pada pasokan energi sejumlah negara, Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi.

Hal itu disampaikan Hamid, menanggapi laporan media internasional asal Inggris, The Economist berjudul “Which country is the biggest loser from the energy shock“.

Baca Juga:Hari Air Sedunia, Pertamina Beri Harapan Lewat Air Bersih di Ujung Papua hingga Wilayah Terdampak BencanaTravel Masuk Jurang di Majalengka, Berikut Daftar Identitas Korbannya!

Dalam laporan tersebut, Indonesia disebut berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi.

“Saya kira, ya (on the right track). Karena ‘The Economist’ tentu lebih fair. Mereka tentu melaporkan berbasis data, evidence based yang ada. Informasi yang dia punyai dengan kebijakan yang mereka ketahui,” paparnya, dikutip Rabu (25/3/2026).

Ia berpendapat bahwa, laporan tersebut didasarkan pada keputusan pemerintah Indonesia yang telah melakukan diversifikasi energi, melalui pembangkit listrik tenaga surya, dan menggalakkan penggunaan kendaraan listrik.

Kemudian, lanjutnya, termasuk yang dilakukan Pertamina seperti melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), semisal panas bumi (geothermal).

Terlebih, tambahnya, dalam laporan tersebut juga mengulas bahwa ketahanan energi Indonesia lebih kuat dibandingkan negara-negara lain, termasuk Vietnam.

“Dari sisi ketahanan energi, kita lebih stabil. Sedangkan untuk ketahanan ekonomi, kita harus melakukan industrialisasi,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Hamid, dalam masa transisi energi dan diversifikasi energi, Pemerintah melalui BUMN juga terus mencari cadangan minyak baru bahkan, saat ini Indonesia memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserves) mencapai 4,4 miliar barel yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional hingga 10 tahun ke depan.

Baca Juga:Seluruh Anggota Keluarga jadi Korban Travel Masuk Jurang di Majalengka, Tetangga Tunggu Kepulangan JenazahMobil Travel Masuk Jurang di Majalengka, 5 Penumpang Tewas

“Kita masih memiliki cadangan minyak yang cukup besar. Untuk jangka menengah, kita tidak terlalu terpapar jika kondisi geopolitik terus berlanjut,” katanya.

Oleh karena dia menegaskan tidak perlu ada keraguan terkait ketahanan energi nasional, karena Indonesia sudah mempersiapkan ketersediaannya.

Namun demikian, menurut dia, masyarakat juga diharapkan tetap bijak dalam menggunakan energi termasuk untuk mengantisipasi dampak geopolitik jangka pendek.

Sebelumnya, dalam laporan terbarunya The Economist menilai Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

0 Komentar