Drainase Sempit dan Sedimen Jadi Penyebab Banjir, PUPR Cimahi Terkendala Anggaran Pelebaran

Ilustrasi: Drainase atau saluran pembuangan air di Kota Cimahi.
Ilustrasi: Drainase atau saluran pembuangan air di Kota Cimahi. (Foto: Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan kapasitas drainase yang belum ideal di Kota Cimahi kembali mencuat. Di tengah kebutuhan peningkatan fungsi saluran air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Cimahi mengakui adanya kendala mendasar, terutama terkait keterbatasan anggaran dan ruang jalan.

Kepala Dinas PUPR Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengatakan pihaknya sebenarnya telah merencanakan penataan ulang drainase agar sesuai dengan kaidah teknis. Namun, realisasi di lapangan tidak semudah yang direncanakan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama. Selain itu, kondisi ruas jalan di Kota Cimahi yang relatif sempit serta tingginya biaya pembebasan lahan turut menjadi kendala dalam upaya pelebaran saluran.

Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!

“Terbatas oleh anggaran, bukan hanya karena ruas jalan kita yang sempit, tetapi juga karena biaya pembebasan lahan yang cukup besar,” ujar Wilman saat diwawancarai, Rabu (25/3/2026).

Sebagai solusi di tengah keterbatasan tersebut, PUPR Cimahi menerapkan pendekatan fungsional. Saluran drainase di sejumlah ruas jalan tidak hanya berfungsi mengalirkan air, tetapi juga dimanfaatkan untuk menopang kapasitas jalan.

“Jadi penutup drainasenya itu kita pakai beton yang bisa dilalui oleh kendaraan, seperti itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, Wilman menyebutkan bahwa persoalan utama yang kerap menghambat aliran air bukan hanya sampah, tetapi juga penumpukan sedimen.

“Sedimen, makanya kami tiap hari pasti melakukan pembersihan pemeliharaan saluran. Kami berpatroli jadi tiap tiap hari melakukan pembersihan saluran dan juga perbaikan-perbaikan kayak grill jalan,” terangnya.

Perbaikan juga dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan, seperti di kawasan underpass dan Cihaduang.

“Terakhir kami memperbaiki grill jalan di underpass, serta di kawasan Cihaduang sebelum Blok C,” ujarnya.

Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan

Terkait asal sedimen, Wilman menjelaskan bahwa aliran air dari wilayah hulu kerap membawa material yang kemudian mengendap di saluran drainase. Hal ini menjadi salah satu penyebab terganggunya aliran air di Kota Cimahi.

Menurutnya, sistem drainase pada dasarnya dirancang untuk mengalirkan air dari daerah yang lebih tinggi ke wilayah yang lebih rendah. Namun, tingginya kandungan sedimen dari hulu membuat fungsi tersebut tidak berjalan optimal.

0 Komentar