Bupati Bandung Sidak Bapenda–BKAD, Soroti Ketidaksinkronan Data dan Dorong Optimalisasi Pajak

Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pada hari pertama masuk kerja, Rabu (25/3/2026). Foto Diskominfo
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pada hari pertama masuk kerja.

Sidak ini menyoroti pentingnya stabilitas fiskal serta optimalisasi pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan.

Dadang menegaskan, roda organisasi pemerintahan hanya bisa berjalan optimal jika kondisi keuangan daerah stabil.

Baca Juga:Puncak Diserbu! Volume Kendaraan Naik 70%, Jalur Puncak-Cianjur Padat MerayapLebaran Jadi Momen Harapan Baru, 452 Warga Binaan Lapas Garut Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas!

“Kenapa ke Bapenda? Karena roda organisasi ini bisa berjalan apabila keuangan fiskal ini stabil. Pembangunan juga bisa maksimal apabila ketahanan dan kesiapan fiskal stabil,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia mengaku fokus mendorong kinerja Bapenda agar lebih optimal dalam menggali potensi pendapatan. Di sisi lain, Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah taat membayar pajak.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali digunakan untuk pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Salah satu yang disoroti adalah potensi opsen pajak. Dalam APBD murni, opsen baru ditargetkan sebesar Rp197 miliar. Namun, Dadang optimistis angka tersebut bisa meningkat hingga Rp300 miliar.

“Kalau opsen ini mencapai Rp300 miliar, maka kita sepakat seluruhnya untuk infrastruktur,” katanya.

Ia menilai infrastruktur menjadi prioritas karena berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk mendukung proyek strategis nasional (PSN) seperti ketahanan pangan.

Ia mencontohkan kondisi jalan di Desa Sukajadi yang menjadi sentra hortikultura, khususnya kentang, namun akses jalannya masih kurang memadai. Selain itu, akses menuju dapur program MBG serta kawasan wisata juga menjadi perhatian.

Baca Juga:Pemudik Asal Bandung Meninggal Saat Singgah di Rumah Makan SumedangH+2 Lebaran, Jalur Puncak Bogor–Cianjur Terapkan One Way Akibat Lonjakan Kendaraan

“Daerah-daerah tempat wisata yang tentunya juga harus kita perhatikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kang DS sapaan akrabnya juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperbaiki jalan provinsi agar terjadi keseimbangan pembangunan infrastruktur.

Ia menyinggung program TMMD, di mana Pemkab Bandung telah mengalokasikan Rp10 miliar dan berharap ada dukungan tambahan dari provinsi.

Selain soal optimalisasi pendapatan, sidak juga mengungkap adanya perbedaan data pendapatan antara Bapenda, BKAD, dan bank daerah.

Dari data Bank BJB, pendapatan yang masuk tercatat sekitar Rp320 miliar, sementara di Bapenda sekitar Rp213 miliar dan di BKAD Rp277 miliar.

0 Komentar