JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat bakal mengadakan closed circuit television (CCTV) baru. Anggaran cukup fantastis.
Anggran jumbo itu tertera dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Tercatat Dishub Jawa Barat menganggarkan sampai Rp 26,307 miliar untuk program Pengelolaan Layanan CCTV Traffic Counting.
Rinciannya, program itu untuk pengelolaan layanan CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI). Lalu teknologi itu juga dilengkapi beberapa fungsi.
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
Di antaranya mendukung penghitungan jumlah kendaraan, mengidentifikasi kecepatan kendaraan, mengenali platnomor kendaraan dan mengklasifikasikan jenis kendaraan secara real time.
Hal itu juga merupakan layanan perangkat lunak berbasis web apps dan dashboard analitik termasuk Data Strage dan Processing Infrastructure. Lalu koneksi, power supply dan back up, hingga penyediaan tiang serta laporan dan bantuan penanganan kendala.
Kepala Dishub Jawa Barat Dhani Gumelar juga mengakui terkait rencana proyek tersebut. “Itu untuk traffic counting, ” katanya saat ditemui di Terminal Leuwipanjang beberapa waktu lalu.
Dhani melanjutkan, teknologi itu berfungsi salah satunya untuk menghitung jumlah kendaraan yang melintas. Lalu pemasangan CCTV berbasis AI itu akan disebar di sejumlah titik di Jawa Barat. “Ada sekitar 100 titik di Jawa Barat, ” sambungnya.
Harapannya teknologi canggih itu makin memudahkan tata kelola lalu lintas di Jawa Barat. Beberapa persoalan kemacetan bisa dituntaskan. Khususnya di beberapa titik.
Karena CCTV bisa memonitor langsung kendaraan yang melintas. Sehingga para pengguna jalan raya juga makin merasa lebih nyaman saat di perjalanan. (son)
