JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di jalur selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, pada Minggu (22/3/2026) atau hari kedua Lebaran alami kepadatan kendaraan.
Hal tersebut dipicu masih banyaknya pemudik lokal dan wisatawan yang memanfaatkan libur hari kedua Lebaran.
Saat ini arus kendaraan di ruas Jalan Baypas Cicalengka menuju Nagreg masih terpantau padat merayap.
Baca Juga:Jangan Salah Tempat! Ini Lokasi Salat Id 2026 Muhammadiyah di Bandung Hasil Sidang Isbat, Lebaran 1447 Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Antrean kendaraan bahkan mencapai sekitar lima kilometer dan didominasi kendaraan pribadi serta sepeda motor.
Selain tingginya volume kendaraan, penyempitan lajur atau bottleneck selepas Baypas Cicalengka menuju Nagreg turut memperparah kemacetan.
Secara tidak langsung, kondisi ini membuat arus kendaraan tersendat meski berbagai rekayasa lalu lintas telah diterapkan.
Salah seorang pemudik, Restu, mengaku kemacetan mulai dirasakan saat memasuki wilayah Rancaekek.
“Dari Purwakarta lancar, mulai macet dari Rancaekek sampai sini,” ujarnya.
Ia mengatakan perjalanan mudiknya ke Tasikmalaya baru dilakukan setelah sebelumnya berada di kampung istrinya.
“Kemarin di kampung istri dulu, sekarang baru ke kampung saya di Tasik,” katanya.
Baca Juga:Mendag Pantau Pasar Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Dinilai Masih TerkendaliJumlah Pemudik 2026 yang Melintasi Jalur Nagreg Alami Penurunan Dibandingkan 2025
Disisi lain Maryana, pemudik asal Bandung yang hendak menuju Cicalengka, mengaku perjalanan yang biasanya singkat kini memakan waktu lebih lama akibat kepadatan lalu lintas.
“Dari Bandung mau ke Cicalengka, biasanya cepat, sekarang jadi lama karena macet. Tadi mulai tersendat dari Rancaekek,” ujarnya.
Ia menuturkan tetap memilih berangkat di H+2 Lebaran karena ingin memanfaatkan waktu libur bersama keluarga.
“Sekalian masih suasana Lebaran, mau silaturahmi ke keluarga di Cicalengka,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan menunjukkan, pada hari pertama Lebaran sebanyak 91.484 kendaraan bergerak ke arah Garut dan Tasikmalaya, sementara 45.629 kendaraan menuju Bandung.
Sementara itu pada hari kedua lebaran hingga pukul 08.00 WIB, tercatat 31.276 kendaraan ke arah timur dan 17.256 kendaraan ke arah barat.
Angka tersebut secara tidak langsung menggambarkan arus kendaraan masih tinggi, terutama dari arah barat menuju timur yang menjadi jalur favorit pemudik sekaligus wisatawan.
Untuk mengurai kepadatan, Polresta Bandung telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan sistem one way secara situasional di jalur Nagreg.
