JABAR EKSPRES – Ratusan truk pengangkut sampah dari wilayah Bandung Raya mengantre panjang hingga sekitar 1,5 kilometer di akses menuju TPA Sarimukti, Desa Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2026).
Antrean itu bahkan mengganggu arus lalu lintas di jalan penghubung Cipatat hingga Cipeundeuy karena sebagian badan jalan dipenuhi truk pengangkut sampah yang menunggu giliran masuk ke area pembuangan.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang dari pintu masuk TPA Sarimukti hingga mendekati kawasan permukiman di Cicadas, Desa Sarimukti. Kondisi tersebut membuat kendaraan lain yang melintas di jalur menuju Cikalongwetan hingga Purwakarta harus melambat.
Baca Juga:Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik dalam Mudik Bareng 2026ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026
Sejumlah sopir terlihat turun dari kendaraan mereka sambil menunggu giliran membuang sampah. Ada yang duduk di tepi jalan sembari berbincang dengan rekan sesama pengemudi, sementara lainnya memilih berteduh di bangunan pinggir jalan.
Salah seorang sopir truk pengangkut sampah dari Kota Bandung, Raffi (24), mengaku sudah tiba di kawasan TPA Sarimukti sejak dini hari. Namun hingga pagi hari ia masih harus menunggu antrean untuk membuang muatan sampah yang dibawanya.
“Saya datang sekitar jam satu malam, tapi sampai pagi masih antre untuk bisa masuk. Kondisi seperti ini sudah cukup lama terjadi, jadi kami harus menunggu lama untuk membuang sampah,” ujarnya.
Menurut Raffi, antrean panjang membuat para sopir harus mengatur waktu keberangkatan. Banyak pengemudi memilih berangkat pada malam hari bahkan menginap di sekitar lokasi agar tetap mendapat kesempatan membuang sampah.
“Kalau berangkat pagi biasanya sudah tidak kebagian karena TPA keburu tutup. Jadi kami sering berangkat malam, bahkan kadang menginap di truk atau di saung dekat sini,” katanya.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan antrean panjang dipicu beberapa faktor. Salah satunya karena adanya pembatasan kuota pembuangan sampah yang sempat membuat sebagian sampah tertahan pada pekan sebelumnya.
“Kuota minggu lalu sudah habis sehingga sampah sempat tertahan. Ketika kuota dibuka kembali minggu ini, banyak truk yang masuk sehingga terjadi antrean,” kata Arief.
