JABAR EKSPRES – Program Pendidikan Gerbang Pancawaluya atau yang dikenal mengirim pelajar ke Barak Militer bakal digencarkan lagi selepas Lebaran. Hal itu merespon peristiwa tewasnya siswa SMAN 5 Bandung yang diduga karena tawuran.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Senin (16/3). Dalam kesempatan itu ia mengungkapkan dukanya atas peristiwa tersebut. “Saya pertama menyampaikan belasungkawa ya, atas meninggalnya korban. Yang meninggal setelah buka puasa bersama sampai malam, ” katanya.
Lalu Dedi Mulyadi juga mendorong agar kasus itu bisa dituntaskan. “Pelakunya harus diproses secara hukum, ” cetusnya.
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
Namun Dedi Mulyadi juga menegaskan terkait komitmen dan peran orang tua terhadap pengawasan anak. “Imbauan bagi seluruh orang tua. Kan sudah tanda tangani pernyataan anaknya tidak akan menggunakan kendaraan bermotor, kemudian waktu malam ada jam malam di mana jam 21.00 harus di rumah. Mohon itu ditaati agar peristiwa-peristiwa ini tidak terus terjadi, ” terangnya.
Dalam kesempatan itu juga Dedi Mulyadi menegaskan terkait program Barak Militer. Menurutnya, program itu sebenarnya juga masih berjalan. “Sampai sekarang aktif. Kan pelatihan-pelatihan ini masih jalan. Ya nanti habis Lebaran kami mulai lagi, pelatihan lagi, ” jelasnya.
Dedi juga menegaskan bahwa orang tua juga perlu melakukan pengawasan. Hal itu tidak hanya berlaku bagi anak perempuan tapi juga laki – laki. “Orang tua itu jangan hanya gelisah pada anak perempuan. Pada anak laki-laki juga harus gelisah karena menurut saya saat ini ancaman terhadap anak laki-laki tidak lebih berat (besar.red) dibanding dengan anak perempuan, ” ungkapnya.
Baginya, pengawasan anak juga tidak bisa hanya mengandalkan pihak sekolah. Karena jam sekolah terbatas. “Kalau sudah di luar jam sekolah, peran orang tua, ” katanya.
Peristiwa yang merenggut nyawa pelajar SMAN 5 Bandung itu terjadi pada Jumat (13/3) malam. Korban tergeletak di Jalan Cihampelas Kota Bandung. Dugaannya, korban tewas karena pengeroyokan. (son)
