Proses tahapan produksi yang panjang dan intensif dapat memengaruhi struktur alami susu, pemahaman terhadap proses pengolahan menjadi penting dalam memilih asupan susu harian anak.
JABAR EKSPRES – Pemenuhan gizi anak sejak dini merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Pada masa ini, orang tua umumnya semakin cermat dalam membaca kandungan gizi, mulai dari kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga berbagai zat gizi tambahan yang tercantum pada label produk.
Baca Juga:Berenang Saat Ibu Mencuci, Bocah 6 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Cianten BogorPemprov Jabar dan PT PII Tandatangani Perjanjian Penjaminan TPPASR Legok Nangka
Namun, komposisi produk tetap harus menjadi perhatian. Di balik daftar komposisi zat gizi tersebut, ada aspek lain yang juga perlu mendapat perhatian, yaitu bagaimana produk tersebut diproses sebelum akhirnya dikonsumsi oleh anak.
Dalam konteks susu formula, banyak produk susu formula melewati proses produksi yang panjang dan bertahap sebelum menjadi produk akhir.
Proses tersebut dapat mencakup pencampuran, pemanasan, homogenisasi, evaporasi, hingga pengeringan.
Tahapan ini dilakukan untuk memenuhi standar keamanan dan stabilitas produk, tetapi proses pengolahan yang intensif juga dapat memengaruhi struktur alami dan ketersediaan kandungan gizi dalam susu.
Di sisi lain, susu segar yang diolah menjadi susu bubuk melalui satu tahap proses produksi dapat membantu menjaga kesegaran serta mempertahankan zat gizi alami di dalamnya.
Kajian ilmiah menunjukkan bahwa pemanasan berulang dan pengolahan intensif dapat mengubah struktur protein serta komponen penting lain di dalam susu.
Perubahan ini dapat memengaruhi kualitas kandungan gizi, daya cerna, serta cara tubuh menyerap dan memanfaatkan zat gizi tersebut. Dengan kata lain, kualitas gizi suatu produk juga dipengaruhi oleh bagaimana zat gizi tersebut tetap terjaga selama proses produksi hingga produk siap disajikan kepada konsumen.
Menurut Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz, seorang Doktor dibidang Ilmu Gizi, kebiasaan orang tua dalam meneliti informasi nilai gizi pada label susu adalah langkah yang sangat krusial.
Baca Juga:Tepat di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Air Kali Baru Bojonggede Hilang Tertutup Tumpukan SampahAhmad Luthfi Antarkan Jawa Tengah Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi dari Kemendagri
“Tetapi, kebiasaan ini penting untuk memperhatikan ketersediaan komposisi zat gizi dalam produknya. Perlu diketahui jika nama bahan yang tercantum di urutan pertama pada daftar komposisi mencerminkan kandungan utama dari produk tersebut,” tambahnya.
