JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat peningkatan produksi sampah organik selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Jumlahnya mencapai 60 persen dari total 680 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Kepala UPT Kebersihan DLH Kabupaten Bandung Barat, Imam Fauzi, mengatakan peningkatan sampah organik selama Ramadan umumnya dipicu aktivitas rumah tangga dan pasar.
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
“Peningkatan sampah organik sepanjang Ramadan dipengaruhi oleh sampah rumah tangga dan pasar, seperti limbah sayuran,” kata Imam, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, sampah organik dari rumah tangga didominasi sisa makanan dan limbah dapur saat aktivitas sahur dan berbuka puasa.
Selain itu, meningkatnya jumlah pedagang kuliner dan penjual takjil selama Ramadan juga ikut menyumbang kenaikan produksi sampah organik.
“Kenaikan sampah organik bisa mencapai sekitar 10 persen dibandingkan hari biasa. Tren ini hampir selalu terjadi setiap tahun selama Ramadan,” ujarnya.
Meski terjadi peningkatan, Imam memastikan pengelolaan sampah organik di wilayah Bandung Barat masih dapat tertangani. Hal itu salah satunya didukung kerja sama dengan para pegiat pengolahan sampah, termasuk pengelola maggot.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melarang pembuangan sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta mengolah sampah organik di wilayah masing-masing.
“Kami sudah bekerja sama dengan para pegiat pengolahan sampah untuk mengelola sampah organik. Alhamdulillah, meski terjadi peningkatan volumenya masih bisa ditangani,” ujar Imam.
Baca Juga:ORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan NasionalDoa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan
Ia memprediksi produksi sampah akan kembali meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, tidak hanya untuk sampah organik tetapi juga sampah anorganik.
“Pada malam takbiran kami menyiagakan petugas kebersihan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami lonjakan sampah, seperti Lembang, Cililin, Cihampelas, dan Padalarang. Hanya pada hari H Idulfitri saja kegiatan pengangkutan sampah diliburkan,” pungkasnya. (Wit)
