Sebaran Campak Mengkhawatirkan, Dinkes Cimahi Dorong Imunisasi Lengkap Pada Anak

Sebaran Campak Mengkhawatirkan, Dinkes Cimahi Dorong Imunisasi Lengkap Pada Anak
Ilustrasi imunisasi campak. Dok. Pexels
0 Komentar

Virus campak diketahui sangat mudah menular dari satu individu ke individu lainnya. Penularan dapat terjadi melalui percikan ludah (droplet) saat penderita batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, hingga menghirup udara di ruangan tertutup yang telah terkontaminasi virus.

Karena itu, kata Dwihadi, masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi virus tersebut.

“Salah satu faktor resiko utama terpapar campak yaitu pada anak-anak atau orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin campak atau MMR,” ucapnya.

Baca Juga:Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Ratusan Siswa SD di Cimahi Terima Vaksin Campak MR dan HPVDinkes KBB Sebut KLB Campak di Daerahnya Sudah Usai

Selain status imunisasi, kondisi daya tahan tubuh juga turut memengaruhi tingkat kerentanan seseorang terhadap infeksi campak. Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mudah tertular virus tersebut.

Beberapa faktor yang dapat melemahkan sistem imun antara lain kekurangan vitamin A, kondisi kesehatan tertentu, hingga gangguan yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

“Kegiatan mobilitas tinggi terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah juga sangat berpengaruh,” kata Dwihadi.

Mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama saat bepergian ke daerah dengan cakupan imunisasi rendah, dapat meningkatkan risiko terpapar virus campak. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan paling cepat di antara penyakit infeksi lainnya.

Dwihadi menjelaskan, setelah seseorang terpapar virus campak, gejala biasanya tidak langsung muncul. Terdapat masa inkubasi yang berlangsung selama beberapa hari sebelum tanda-tanda penyakit terlihat.

“Masa inkubasi dari mulai terpapar dan muncul gejala berkisar 7–14 hari,” terangnya.

Gejala campak umumnya diawali dengan demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.

Baca Juga:Dinkes Cimahi Pastikan Warga Tetap Terlindungi UHC Meski JKN PBI DinonaktifkanAncaman Superflu Mengintai, Dinkes Cimahi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan PHBS

“Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga gangguan pada sistem saraf,” kata Dwihadi.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Cimahi terus mengoptimalkan layanan imunisasi bagi anak-anak melalui fasilitas kesehatan, puskesmas, maupun kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat.

Dwihadi menegaskan, upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam program kesehatan nasional.

Selain memperkuat layanan imunisasi, pemerintah daerah juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi sebagai perlindungan terhadap penyakit menular.

0 Komentar