Sebaran Campak Mengkhawatirkan, Dinkes Cimahi Dorong Imunisasi Lengkap Pada Anak

Sebaran Campak Mengkhawatirkan, Dinkes Cimahi Dorong Imunisasi Lengkap Pada Anak
Ilustrasi imunisasi campak. Dok. Pexels
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kenaikan kasus campak di Indonesia menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di dunia dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Lonjakan kasus tersebut tercatat cukup signifikan sepanjang tahun 2025 hingga memasuki awal 2026. Situasi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk di Kota Cimahi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit campak, terutama pada kelompok anak-anak yang paling rentan terhadap infeksi virus tersebut.

Baca Juga:Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Ratusan Siswa SD di Cimahi Terima Vaksin Campak MR dan HPVDinkes KBB Sebut KLB Campak di Daerahnya Sudah Usai

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, menunjukkan sejak awal tahun 2026 hingga minggu ke-9 tercatat 11 kasus anak positif campak. Angka itu jadi indikator penting bagi pemerintah agar memperkuat langkah pencegahan supaya penyebaran tidak meluas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr. Dwihadi Isnalini menjelaskan campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.

“Harus waspada akan potensi penularan dan melakukan upaya antisipasi dengan vaksinasi,” ujar Dwihadi saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, imunisasi masih menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang dapat terjadi pada penderita.

“Terutama pada anak-anak dengan sistem imun yang belum terbentuk secara optimal,” cetus dia.

Dalam upaya pencegahan, di Cimahi sebenarnya telah menunjukkan capaian imunisasi yang cukup baik. Cakupan imunisasi MR1 (Measles Rubella) dan telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Target cakupan imunisasi MR1 yang ditetapkan Pemprov Jawa Barat berada di angka 95 persen, sementara Kota Cimahi berhasil mencapai 98,5 persen.

Baca Juga:Dinkes Cimahi Pastikan Warga Tetap Terlindungi UHC Meski JKN PBI DinonaktifkanAncaman Superflu Mengintai, Dinkes Cimahi Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan dan PHBS

Meski demikian, Dwihadi mengakui masih terdapat sebagian anak yang belum mendapatkan vaksinasi dasar secara lengkap. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu penyebaran virus campak di masyarakat.

Selain itu, posisi geografis Kota Cimahi yang berada di kawasan Bandung Raya juga membuat mobilitas penduduk relatif tinggi. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular, termasuk campak.

“Serta Kota Cimahi ada wilayah kawasan Bandung raya, jadi bisa terdampak juga,” tuturnya.

0 Komentar