Realisasi Investasi Kabupaten Bandung Tembus Rp4 Triliun pada Semester I 2026

Kabupaten bandung
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta saat ditemui di kantornya, Jumat (31/7/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Realisasi investasi di Kabupaten Bandung hingga Semester I 2026 mencapai sekitar Rp4 triliun atau hampir 40 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp10,3 triliun.

Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis capaian tersebut masih berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta mengatakan, capaian investasi pada semester pertama masih menunjukkan tren positif meski kondisi investasi secara nasional maupun daerah tidak mudah.

Baca Juga:JNE Raih IWEB Logistics Innovation Award 2026, Perkuat Inovasi Digital untuk Dukung UMKM dan Ekonomi NasionalAnak SD di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Penganiayaan Teman, Jalani Operasi Akibat Luka di Perut

Ben menjelaskan, Kabupaten Bandung sebelumnya berhasil melampaui target investasi pada 2025. Dari target sebesar Rp9,6 triliun, realisasi investasi mencapai Rp9,68 triliun atau lebih dari 100 persen.

“Kalau kita lihat secara historis, tahun 2025 target investasi kita sekitar Rp9,6 triliun dan realisasinya mencapai Rp9,68 triliun. Artinya kita berhasil melampaui target atau di atas 100 persen. Kabupaten Bandung termasuk salah satu kabupaten/kota yang mampu mencapai target investasi meskipun kondisi investasi saat ini tidak mudah,” kata Ben saat ditemui di kantornya, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, hingga Semester I 2026 realisasi investasi Kabupaten Bandung telah mencapai sekitar Rp4 triliun.

Capaian tersebut masih berada dalam kategori sedang berdasarkan pemetaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni realisasi investasi yang mendekati 50 persen dari target tahunan.

“Untuk Kabupaten Bandung sendiri, realisasi investasi hingga semester pertama sekitar Rp4 triliun dari target tahun 2026 sebesar Rp10,3 triliun. Jadi kalau melihat grafik secara keseluruhan, sebenarnya pencapaian investasi kita masih on the track,” ujarnya.

Ia menuturkan, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar investasi di Kabupaten Bandung. Selain itu, sektor perumahan juga tetap menjadi salah satu sektor yang paling banyak menarik investasi.

Di samping itu, Kabupaten Bandung mulai mencatat masuknya investasi baru pada sektor energi terbarukan di wilayah Pangalengan yang diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Hibahkan Lahan 30 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Investasi Pendidikan Rp250 MBadai Lumpuhkan Listrik Chicago, Micah Puji Semangat Anak-Anak DBL All-Star Tiga Jam Berlatih Dalam Gelap

“Yang paling dominan tentu sektor industri pengolahan, kemudian perumahan. Selain itu ada investasi baru di bidang energi terbarukan di wilayah Pangalengan. Itu menjadi salah satu pionir investasi baru di Kabupaten Bandung,” tuturnya.

0 Komentar