BANDUNG – Kehadiran Fakultas Kedokteran (FK) Telkom University (Tel-U) membawa angin segar bagi dunia pendidikan tinggi kesehatan di tanah air. Di tengah era disrupsi teknologi, kampus swasta terkemuka ini mengambil langkah visioner dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam kurikulum kedokteran masa depan.
Namun, di balik kemegahan teknologi dan infrastruktur yang disiapkan, muncul pesan kuat dari para pejabat pendidikan tinggi: pembukaan FK ini bukan sekadar penambahan program studi, melainkan pertaruhan besar yang menuntut komitmen utuh, terutama dari generasi pertama mahasiswanya.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto menegaskan, bahwa penetapan FK Tel-U berbasis teknologi AI bukanlah tanpa alasan. Pihaknya memastikan teknologi yang diterapkan di kampus ini dirancang dengan standar keselamatan tinggi atau yang dikenal sebagai safe AI.
Baca Juga:Upstream Youth Champs 2026 Ajak Mahasiswa ITENAS Kenali Industri Hulu MigasPublic Speaking Training: Bekal Bicara yang Lebih Bermakna
“Teknologi AI yang kita gunakan di Telkom University ini bersifat safe AI atau memiliki keselamatan tinggi, yaitu secure, sustainable, accurate, accountable, fair, fast, dan explainable ethical artificial intelligence,” ujar Prof. Suyanto usai launching Fakultas Kedokteran Telkom University, Rabu (7/10/2026).
Sistem canggih tersebut, paparnya, disiapkan untuk memperhitungkan dua aspek krusial dalam dunia medis modern. Yaitu, genom analytics dan exposum analytics. Kombinasi keduanya memungkinkan dunia kedokteran bergerak menuju ranah yang lebih prediktif dan presisi.
Langkah ini kata Suyanto, didukung penuh oleh kekuatan multidisiplin ilmu di Tel-U yang telah menaungi tiga fakultas di bidang sains-teknik serta tiga fakultas sosial-humaniora. Sinergi antarfakultas menjadi jaminan bahwa penerapan AI di lingkungan kedokteran tetap berpijak pada standar hard science maupun soft science yang matang.
Kata dia, meski sarat teknologi mutakhir, Tel-U tetap memastikan kompetensi dasar seorang dokter umum tidak bergeser dari standar nasional. Ditegaskan, lulusan FK Tel-U diproyeksikan menguasai standar kompetensi kedokteran yang mencakup pemahaman terhadap 144 jenis penyakit.
Yang membedakan, para calon dokter ini dibekali keahlian khusus dalam membaca dan menganalisis data genomic, yang membedah genetika serta DNA seseorang-serta analisis exposum yang memetakan pengaruh paparan lingkungan sekitar terhadap kesehatan fisik maupun mental pasien.
