JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengkaji kebijakan penggratisan layanan Trans Metro Bandung (TMB) selama dua hari pada momen Hari Raya Idulfitri 2026.
Program tersebut diusulkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan transportasi publik sekaligus mempermudah mobilitas warga saat Lebaran.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyampaikan bahwa rencana tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan kepada Wali Kota Bandung untuk mendapatkan persetujuan.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
Jika disetujui, layanan TMB di seluruh koridor yang beroperasi di Kota Bandung akan dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat pada hari pertama Lebaran dan sehari setelahnya.
Rasdian menjelaskan, kebijakan ini dirancang untuk membantu masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga maupun kerabat di berbagai wilayah di Kota Bandung tanpa harus memikirkan biaya transportasi.
“Dishub sedang mengajukan kepada Pak Wali Kota agar layanan TMB di lima koridor bisa digratiskan selama dua hari, yakni pada hari H Lebaran dan H+1. Ini bagian dari inovasi pelayanan transportasi publik saat momen Idulfitri,” ujar Rasdian saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (12/3).
Menurutnya, momen Lebaran identik dengan tradisi saling mengunjungi antaranggota keluarga. Tidak sedikit warga yang berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain untuk bersilaturahmi. Karena itu, kehadiran transportasi publik yang mudah diakses dan gratis diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat selama perayaan hari raya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh warga yang kedatangan keluarga dari luar daerah. Dengan adanya layanan gratis, para tamu yang datang ke Kota Bandung bisa lebih mudah berkeliling kota atau mengunjungi sanak saudara tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
“Misalnya ada keluarga yang datang dari luar kota, lalu ingin berkunjung ke kerabat di kecamatan lain. Mereka bisa memanfaatkan TMB yang melintasi berbagai kawasan di Bandung,” katanya.
Rasdian mencontohkan, masyarakat dapat menggunakan layanan TMB untuk melakukan perjalanan antarkawasan, seperti dari wilayah Antapani menuju Ledeng atau rute lain yang dilalui oleh lima koridor TMB.
