JABAR EKSPRES – Kasus menu MBG lele mentah yang terjadi di sebuah sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah video penolakan paket makanan tersebut viral di media sosial.
Pihak sekolah diketahui menolak lebih dari 1.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) karena menu yang dikirim dinilai tidak layak dikonsumsi oleh siswa dan tenaga pendidik.
Peristiwa ini terjadi di SMA Negeri 2 Pamekasan pada Senin, 9 Maret 2026.
Total 1.022 paket MBG yang seharusnya dibagikan kepada siswa dan guru akhirnya tidak diterima oleh pihak sekolah karena terdapat menu berupa ikan lele yang masih dalam kondisi mentah.
Baca Juga:bank bjb Hadirkan Nuansa Ramadan Penuh Kebersamaan Lewat Ngabuburit Bersama Haji GeyotTHR Cair, Ciwalk Gelar Late Night Sale dengan Diskon hingga 80% dan Hujan Ribuan Balon Berhadiah
Sekolah Tolak Paket MBG karena Lele Masih Mentah
Kepala sekolah Moh Arifin menjelaskan bahwa paket makanan tersebut seharusnya menjadi jatah distribusi untuk tiga hari, yakni 9 hingga 11 Maret 2026.
Namun setelah diperiksa, pihak sekolah menemukan bahwa salah satu menu utama berupa lele yang masih mentah dan sudah dimarinasi, bahkan terdapat ikan yang masih hidup di dalam wadah makanan.
Menurut Arifin, kondisi tersebut membuat makanan dinilai tidak aman untuk dibagikan kepada siswa.
Ia menilai ikan yang belum dimasak berpotensi cepat membusuk dan bisa merusak komponen makanan lain dalam paket MBG.
“Jika tetap dibagikan, dikhawatirkan makanan akan rusak dalam waktu singkat dan bisa membahayakan kesehatan siswa,” jelasnya.
Temuan yang paling disorot oleh pihak sekolah adalah adanya lele hidup yang ditempatkan bersama lauk lain seperti tempe dan tahu.
Arifin menyebut kondisi tersebut sangat disayangkan karena tidak memenuhi standar kelayakan makanan bagi siswa.
Baca Juga:Ambara Biru Hadirkan Sensasi Kuliner Sunda–Brasil di Bandung, Tawarkan Paket Buka Puasa Mulai Rp55 RibuSiaga Lebaran 2026, PLN UID Jawa Barat Kerahkan 4.993 Personel Jaga Keandalan Pasokan Listrik
Ia juga mengungkapkan bahwa jika paket tersebut tetap dibagikan, kemungkinan besar akan berakhir menjadi sampah karena siswa tidak dapat mengonsumsi ikan mentah tersebut.
Sekolah Pertimbangkan Putus Kerja Sama
Pihak sekolah mengungkapkan bahwa kejadian terkait kualitas menu MBG ini bukan yang pertama kali terjadi.
Karena itu, manajemen sekolah mempertimbangkan untuk meninjau ulang kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan dapur penyedia makanan.
Paket MBG tersebut diketahui disiapkan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
