Sekolah bahkan membuka kemungkinan untuk menghentikan kerja sama dan berpindah ke penyedia dapur lain jika masalah kualitas makanan kembali terulang.
Penjelasan Dapur Penyedia
Menanggapi polemik menu MBG lele mentah tersebut, ahli gizi dari dapur penyedia SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil memberikan penjelasan.
Ia mengatakan bahwa ikan lele yang dikirim sebenarnya telah melalui proses marinasi.
Baca Juga:bank bjb Hadirkan Nuansa Ramadan Penuh Kebersamaan Lewat Ngabuburit Bersama Haji GeyotTHR Cair, Ciwalk Gelar Late Night Sale dengan Diskon hingga 80% dan Hujan Ribuan Balon Berhadiah
Proses ini dilakukan untuk menjaga kandungan gizi, terutama protein, serta mempertahankan kualitas ikan selama proses penyimpanan sebelum dimasak.
Menurutnya, lele marinasi masih dapat disimpan hingga satu hari tanpa mengurangi nilai gizi secara signifikan.
Video Viral Dinilai Tidak Menampilkan Menu Lengkap
Fikri juga menyayangkan video yang beredar di media sosial karena hanya menampilkan sebagian menu.
Padahal, menurutnya paket MBG tersebut sebenarnya terdiri dari beberapa komponen makanan lain yang tidak terlihat dalam rekaman video.
Menu lengkap yang disiapkan antara lain:
• Lele marinasi
• Tahu dan tempe ungkep
• Roti pizza
• Telur rebus
• Susu full cream
• Buah naga
Ia menilai potongan video tersebut membuat masyarakat memiliki persepsi yang tidak utuh mengenai menu yang sebenarnya disiapkan.
Klarifikasi dari Badan Gizi Nasional
Polemik menu MBG lele mentah ini juga mendapat tanggapan dari Badan Gizi Nasional.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial hanya menunjukkan sebagian isi paket makanan.
Baca Juga:Ambara Biru Hadirkan Sensasi Kuliner Sunda–Brasil di Bandung, Tawarkan Paket Buka Puasa Mulai Rp55 RibuSiaga Lebaran 2026, PLN UID Jawa Barat Kerahkan 4.993 Personel Jaga Keandalan Pasokan Listrik
Menurut laporan yang diterima pihaknya, menu MBG yang disiapkan sebenarnya telah dirancang dengan memperhatikan keseimbangan gizi dan standar keamanan pangan.
Namun karena paket makanan tidak dikeluarkan dari kendaraan distribusi oleh pihak sekolah, video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian isi menu.
