JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menggelar Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, serta Perum Bulog Bandung.
Kegiatan OPADI berlangsung di Kelurahan Melong, Jl. Melong Raya Sakola No.72 pada Rabu (11/3/2026). Distribusi mencakup total 1.086 paket bahan pokok bersubsidi yang disiapkan untuk masyarakat Cimahi.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
Program ini merupakan kebijakan pemerintah untuk menekan gejolak harga pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Lonjakan permintaan bahan pokok pada periode Ramadan hingga Idul Fitri kerap berdampak pada kenaikan harga di pasaran.
Oleh karena itu, pemerintah melakukan stabilisasi melalui operasi pasar agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Iyun Sapta Mulyana, menjelaskan operasi pasar bersubsidi menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Menjelang hari raya keagamaan, harga kebutuhan pokok cenderung meningkat. Program operasi pasar bersubsidi ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok,” ujarnya dilokasi.
Paket bahan pokok yang disediakan dalam OPADI terdiri dari beras premium 3 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.
Secara keseluruhan, nilai paket mencapai Rp96.700, namun melalui skema subsidi dari pemerintah sebesar Rp56.700, masyarakat hanya membayar Rp40.000 per paket.
Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB
Dari total 1.086 paket, distribusi dilakukan di dua kelurahan: 543 paket untuk warga Kelurahan Melong dan 543 paket lainnya untuk warga Kelurahan Utama.
Pemerintah memastikan penyaluran dilakukan secara tertib dan tepat sasaran melalui pendataan warga yang dikoordinasikan oleh pihak kelurahan dan pengurus RW setempat.
Sistem distribusi dilakukan dengan pendekatan by order melalui jejaring kewilayahan, sehingga masyarakat yang terdata dapat mengambil paket sesuai jadwal dan jumlah yang telah ditentukan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menghindari antrean panjang dan kerumunan.
