JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung mulai merealisasikan pembangunan ratusan halte Bus Rapid Transit (BRT) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas transportasi publik di kawasan perkotaan. Proyek ini merupakan program yang didukung oleh Kementerian Perhubungan untuk memperkuat sistem transportasi massal di wilayah Cekungan Bandung.
Pembangunan halte ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses angkutan umum yang lebih nyaman, terintegrasi, dan ramah lingkungan. Selain itu, kehadiran BRT juga diproyeksikan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di Kota Bandung.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ferlian Hadi, menjelaskan bahwa pembangunan halte BRT dibagi ke dalam dua kategori utama, yaitu halte on corridor dan halte off corridor.
Baca Juga:Link Download Minecraft 1.21 Bedrock & Java Edition Versi Terbaru 2025 Gratis, Ayo Mainkan!Viral! Begini Cara Buat Foto Bayi jadi Stiker “Jangan Cium Dulu” Untuk Dimedia Sosial
Secara keseluruhan, terdapat 256 titik halte off corridor yang direncanakan untuk kawasan Cekungan Bandung. Dari jumlah tersebut:
- 232 halte berada di Kota Bandung
- 24 halte berada di Kota Cimahi
Penyebaran halte di Kota Bandung akan menjangkau 22 kecamatan, sehingga masyarakat dari berbagai wilayah kota dapat dengan mudah mengakses layanan transportasi massal ini.
Dengan cakupan yang luas, sistem BRT diharapkan menjadi alternatif transportasi yang efektif bagi warga yang ingin bepergian tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Tiga Tipe Halte BRT yang Akan Dibangun
Dalam rencana pembangunannya, pemerintah membagi fasilitas halte BRT menjadi tiga tipe yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokasi.
Berikut tiga jenis halte yang akan dibangun di Kota Bandung:
1. Bus Pole (172 titik)
Tipe halte ini berupa tiang penanda tempat berhenti bus. Fasilitasnya sederhana namun tetap memudahkan penumpang mengetahui lokasi pemberhentian BRT.
2. Small Shelter (80 titik)
Halte jenis ini memiliki ukuran lebih kecil dengan atap pelindung dan tempat menunggu bagi penumpang.
3. Big Shelter (4 titik)
Halte berukuran besar dengan fasilitas yang lebih lengkap seperti ruang tunggu yang lebih luas serta kemungkinan integrasi dengan moda transportasi lainnya.
Baca Juga:Dedikasi Kader dan Dukungan AHM Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan DesaHonda Ramadhan Exhibition Hadir di Bekasi, Tawarkan Promo Spesial di Summarecon Mall Bekasi
Khusus untuk halte berukuran besar atau big shelter, pemerintah memilih empat titik strategis agar mudah dijangkau oleh masyarakat serta berpotensi menjadi simpul transportasi.
