Biaya Perang AS-Israel Lawan Iran Tembus Rp58 Triliun Hanya dalam 100 Jam Pertama

Biaya Perang AS-Israel Lawan Iran Tembus Rp58 Triliun Hanya dalam 100 Jam Pertama
Biaya Perang AS-Israel Lawan Iran Tembus Rp58 Triliun Hanya dalam 100 Jam Pertama
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Analisis terbaru mengungkap skala ekonomi yang mencengangkan dari konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Dalam 100 jam pertama operasi militernya saja, Washington diperkirakan telah menggelontorkan dana sebesar 3,7 miliar dolar AS (sekitar Rp58,3 triliun).

Jika dirata-ratakan, biaya operasional perang ini mencapai hampir 900 juta dolar AS setiap harinya.

Baca Juga:321 Sambungan Listrik Gratis PLN UID Jawa Barat Terangi Ramadan, Wujud Kepedulian untuk Warga dan Rumah IbadahSosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Resmi Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Laporan dari lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington menekankan bahwa lonjakan biaya ini sebagian besar dipicu oleh penggunaan amunisi dalam jumlah masif serta pengerahan sistem senjata canggih, termasuk jet pengebom siluman (stealth bombers).

Peneliti Mark Cancian dan Chris Park sebagaimana dilansir dari Al Jazeera menjelaskan bahwa mayoritas dana yang keluar sekitar 3,5 miliar dolar AS merupakan biaya yang tidak masuk dalam anggaran resmi pemerintah.

Hal ini memaksa Pentagon untuk segera mengajukan tambahan pendanaan kepada kongres.

Situasi ini diprediksi akan menjadi tantangan politik besar bagi pemerintahan Donald Trump.

Selain berpotensi memicu penolakan politik, biaya perang yang membengkak ini mulai menggerus dukungan publik AS yang sedang berjuang menghadapi kenaikan biaya hidup, inflasi, dan lonjakan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah.

Kebijakan ini juga memicu keretakan di basis pendukung “America First” yang sebelumnya dijanjikan bahwa AS tidak akan terlibat dalam “perang asing”.

Berdasarkan estimasi dari Kantor Anggaran Kongres (CBO), AS dilaporkan telah menghabiskan lebih dari 2.000 amunisi berbagai jenis hanya dalam empat hari pertama.

Baca Juga:Tabel Angsuran KUR BRI 2026 dengan Plafon hingga Rp100 Juta, Bisa Bikin Usaha Kembali LancarMengenal Amunisi Rudal Milik Iran, dari Teknologi Hipersonik Mach 15 hingga Drone Canggih Kamikaze

Biaya untuk mengisi kembali stok persenjataan tersebut diperkirakan mencapai 3,1 miliar dolar AS.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa intensitas serangan udara terhadap Iran akan terus meningkat secara dramatis.

Ia menyebutkan akan ada lebih banyak skadron tempur dan serangan pengebom yang dilakukan secara berkala.

“Pemerintah [Departemen Pertahanan] akan membutuhkan dana tambahan di beberapa titik karena tingkat pemotongan anggaran yang diperlukan untuk mendanai konflik ini secara internal kemungkinan besar akan sulit secara politik dan operasional,” tulis laporan tersebut.

Langkah ini mengingatkan publik pada era George W. Bush saat awal perang Irak dan Afganistan, di mana pemerintah harus meminta anggaran tambahan khusus untuk menutupi biaya perang yang tak terduga.

0 Komentar