Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Resmi Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Resmi Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Resmi Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru (Tangkapan layar Instagram @mojtaba_khamenei_ir)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gejolak politik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Majelis Pakar Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Keputusan krusial ini diambil guna mengisi kekosongan kekuasaan setelah sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, wafat dalam serangan udara baru-baru ini.

Terpilihnya Mojtaba menandai fase baru dalam sejarah Republik Islam Iran, di mana kepemimpinan kini beralih ke tangan putra kedua mendiang Ali Khamenei tersebut.

Profil dan Latar Belakang Mojtaba Khamenei

Baca Juga:Tabel Angsuran KUR BRI 2026 dengan Plafon hingga Rp100 Juta, Bisa Bikin Usaha Kembali LancarMengenal Amunisi Rudal Milik Iran, dari Teknologi Hipersonik Mach 15 hingga Drone Canggih Kamikaze

Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, pria bernama lengkap Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei ini tumbuh besar di lingkungan ulama Syiah Dua Belas Imam yang sangat berpengaruh.

Sejak usia muda, Mojtaba telah ditempa dalam lingkungan politik dan agama yang sangat ketat, menjadikannya sosok yang memahami pilar-pilar utama kekuasaan Iran.

Meski selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai figur yang tertutup dan jarang tampil di hadapan publik, peran Mojtaba di balik layar pemerintahan sebenarnya sangat signifikan.

Ia sering disebut sebagai “penghubung utama” antara kantor pemimpin tertinggi dengan jajaran elit militer, tokoh agama, serta pejabat tinggi negara.

Rekam Jejak Pendidikan dan Militer

Perjalanan karier Mojtaba tidak lepas dari kedekatannya dengan kekuatan militer Iran. Berikut adalah poin penting dalam riwayat hidupnya:

  • Pengalaman Tempur

Setelah lulus sekolah menengah pada 1987, ia bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan terjun langsung di akhir masa Perang Iran-Irak. Pengalaman ini memperkuat basis dukungannya di kalangan militer dan elit keamanan.

  • Pendidikan Agama

Ia menempuh pendidikan teologi di pusat keagamaan Qom, belajar di bawah bimbingan ulama-ulama konservatif terkemuka.

Baca Juga:Catat! Ini 5 Ketentuan Bonus Hari Raya (BHR) 2026 untuk Para Ojol dan Kurir dari PemerintahPara Driver! Begini Cara Hitung Bonus Hari Raya (BHR) Ojol dan Kurir 2026 Sesuai Aturan Menaker

  • Pengaruh di Seminari

Pada akhir 1990-an, Mojtaba mulai mengajar di berbagai seminari, yang sekaligus memperluas jaringan pengaruhnya di kalangan ulama senior.Proses Pemilihan di Tengah Krisis

Penunjukan Mojtaba oleh Majelis Pakar Iran berlangsung di tengah situasi keamanan yang sangat genting. Berdasarkan laporan Iran International, terpilihnya Mojtaba disebut-sebut mendapat dukungan kuat dari pihak IRGC.

Sidang penentuan tersebut dilaksanakan saat tekanan internasional terhadap Iran meningkat tajam. Bahkan, beberapa media lokal melaporkan adanya serangan udara yang menyasar titik-titik strategis di Teheran dan Qom, termasuk lokasi-lokasi yang berkaitan dengan Majelis Pakar, sesaat sebelum keputusan ini diumumkan.

0 Komentar