Ripuh, Dedi Mulyadi Pinjamkan Mobil Dinas Alphard ke Wali Kota Banjar

Ripuh, Dedi Mulyadi Pinjamkan Mobil Dinas Alphard ke Wali Kota Banjar
Ilustrasi Toyota Alphard Dedi Mulyadi yang dipinjamkan ke Wali Kota Banjar, Sudarsono. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminjamkan mobil dinas Toyota Alphard miliknya kepada Wali Kota Banjar, Sudarsono. Langkah ini diambil setelah Sudarsono mengeluhkan kondisi mobil dinasnya yang kerap mogok, sementara anggaran daerah terbatas untuk pengadaan kendaraan baru.

Dedi menegaskan bahwa mobil yang kini digunakan Wali Kota Banjar bukan hasil pembelian baru dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mobil tersebut merupakan kendaraan dinas gubernur yang dialihkan sementara untuk menunjang mobilitas kepala daerah di Banjar.

“Kalau Wali Kota Banjar pakai Alphard itu bukan beli, tapi pemberian dari saya,” ujar Dedi dikutip dari berbagai sumber, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:Kadis Perpus Jarang Masuk, Wali Kota Banjar akan Lakukan EvaluasiPemkot Banjar Ajukan Pinjaman Rp21 Miliar ke Bank BJB untuk Bayar THR ASN dan P3K

Menurut Dedi, keputusan itu diambil setelah mendengar keluhan Sudarsono. Mobil dinas lama Wali Kota Banjar sering mengalami kerusakan, sehingga menghambat tugas-tugas pemerintahan.

Di sisi lain, kondisi keuangan Pemerintah Kota Banjar sedang terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk membeli kendaraan baru. “Kasihan tidak boleh membeli mobil dinas, nggak ada anggarannya. Mobilnya mogok, nih saya kasih dari Provinsi,” katanya.

Dedi menilai, tidak ada persoalan apabila kendaraan dinas tersebut dipinjamkan demi kelancaran tugas pemerintahan.

Kebijakan meminjamkan kendaraan dinas ini sejalan dengan sikap Dedi sejak awal menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Ia dikenal sebagai kepala daerah yang mengedepankan efisiensi anggaran.

Sebelumnya, Dedi telah mencoret sejumlah anggaran yang dinilai tidak prioritas, termasuk pengadaan mobil dinas baru. Selain itu, anggaran untuk baju dinas hingga kunjungan luar negeri juga diputuskan untuk ditiadakan demi menghemat belanja daerah.

Tak hanya itu, saat membedah inventaris di Gedung Pakuan, Dedi memilih mendistribusikan mobil dan sepeda motor dinas kepada Sekretaris Daerah, Kepala Biro, hingga staf bagian umum yang membutuhkan.

Sejumlah kendaraan dinas yang sebelumnya tidak terpakai kini dialihkan untuk menunjang tugas operasional para pejabat dan staf. Ia sendiri mengaku tidak memerlukan kendaraan dinas tambahan karena merasa cukup menggunakan kendaraan pribadinya untuk operasional sehari-hari.

Baca Juga:Memalukan! Empat ASN Disdik dan Disnaker Banjar Terciduk Mokel di Warung MakanKondisi Memprihatinkan di Banjar Water Park, Pemerintah Jangan Biarkan Fasilitas Umum Jadi Sarang Maksiat

Sementara itu, Wali Kota Banjar Sudarsono mengakui adanya pemberian pinjaman mobil Alphard tersebut. Ia mengatakan, mobil itu digunakan ketika melakukan perjalanan dinas ke luar kota. “Ya dipakai kalau ke luar kota,” kata Sudarsono singkat. (CEP)

0 Komentar