JABAR EKSPRES – Suasana miris menyelimuti kawasan wisata air yang terbengkalai di Kota Banjar. Banjar Water Park yang dulu menjadi ikon rekreasi keluarga, kini berubah wajah menjadi lokasi yang kumuh dan mengundang pertanyaan publik.
Sebuah video yang beredar menunjukkan kondisi terkini area water park tersebut yang tampak tidak terawat. Yang lebih mencengangkan, di area pintu masuk, warga menemukan sejumlah botol minuman beralkohol kosong berserakan. Temuan yang lebih memprihatinkan lagi adalah adanya bekas kondoom atau alat kontrasepsi pria yang diduga habis pakai tergeletak di lokasi yang sama.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari tokoh pemuda Kota Banjar, Andi Maulana, SH MH. Ia menilai bahwa situasi tersebut merupakan konsekuensi logis dari pembiaran pemerintah terhadap aset daerah yang mangkrak.
Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL
“Ini menjadi sebuah risiko ketika pemerintah membiarkan fasilitas publik terbengkalai, sehingga dijadikan tempat-tempat maksiat. Pemerintah Kota Banjar harus segera menindaklanjuti hal ini, apalagi Kota Banjar baru-baru ini meraih predikat kategori kota bersih. Kalau kondisinya masih ditemukan hal-hal seperti ini apalagi di lokasi aset pemerintah, bersih dari mana? Predikat jangan hanya jadi simbol saja tapi di lapangannya masih tidak sesuai,” tegas Andi Maulana saat dihubungi JABAR EKSPRES, Jumat (27/2/2026).
Temuan di Banjar Water Park ini menjadi ironi tersendiri di tengah berbagai persoalan kebersihan dan pengelolaan aset yang dihadapi Kota Banjar. Sebelumnya, publik juga dihebohkan dengan kondisi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang banyak berlubang, menyebabkan sampah berserakan di jalanan . Data menunjukkan, dari 46 unit armada yang ada, hanya 23 unit yang berfungsi baik, sementara 15 unit rusak ringan dan 8 unit lainnya dalam kondisi rusak berat .
Sorotan tajam juga datang dari aktivis dan pemerhati sosial, Irwan Herwanto, S.IP, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar. Menurutnya, predikat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup bisa menjadi kontradiktif jika realitas di lapangan masih kacau.
“Jangan Terlena Penghargaan, realitas sampah Kota Banjar masih perlu perhatian. Penghargaan Pengelolaan Sampah dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI patut diapresiasi, namun jangan sampai kontradiktif dan menjadi sangat ironis atas kondisi yang sebenarnya,” ujar Irwan.
