Antisipasi Kecurangan Takaran BBM Saat Mudik, Petugas di Banjar Turun Langsung ke SPBU 

Antisipasi Kecurangan Takaran BBM Saat Mudik, Petugas di Banjar Turun Langsung ke SPBU 
Tim dari UPTD Metrologi Legal Kota Banjar melakukan kengecekan ke sebuah SPBU di Kota Banjar, Rabu (4/3/2026) jelang arus mudik lebaran tahun 2026. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Metrologi Legal Kota Banjar gencar melakukan pengawasan dan tera ulang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalur selatan.

Langkah ini untuk memastikan takaran bahan bakar minyak (BBM) yang diterima pemudik akurat dan tidak merugikan konsumen.

Kepala UPTD Laboratorium Metrologi Legal Kota Banjar, Eka Komara, menyatakan pihaknya telah memulai inspeksi mendadak di dua SPBU, yaitu SPBU Gardu dan SPBU Parungsari. Pengawasan akan terus diperluas ke seluruh SPBU yang ada di wilayah Kota Banjar guna mengantisipasi potensi kecurangan selama periode mudik.

Baca Juga:Harga CPO Dunia Melonjak, Bapanas Pertimbangkan Penyesuaian HET MinyaKitaPemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR Lebaran ASN

“Kami sudah melakukan pengawasan di dua lokasi SPBU, yaitu SPBU Gardu dan SPBU Parungsari. Ini merupakan langkah awal kami, dan ke depan akan kami lakukan pengawasan menyeluruh di seluruh SPBU yang ada di kota Banjar,” ujar Eka Komara saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2026).

Dalam proses pengawasan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap setiap dispenser dan nozzle. Pengujian akurasi takaran dilakukan dengan metode bejana ukur yang telah terstandar untuk memastikan volume BBM yang keluar sesuai dengan indikasi angka di mesin dispenser.

Dari hasil pemeriksaan di dua SPBU tersebut, Eka Komara memastikan bahwa semua peralatan ukur berfungsi dengan baik dan akurat. Tidak ditemukan adanya kekurangan takaran yang dapat merugikan para pemudik yang akan melintas di Kota Banjar.

“Setiap nozzle sudah kami periksa satu per satu, dan hasilnya semua dalam keadaan baik. Takarannya pas, tidak ada yang kurang,” tegasnya.

Eka menambahkan, secara keseluruhan, terdapat enam SPBU di Kota Banjar yang telah menjalani proses tera ulang secara berkala. Hasil dari proses tera ulang tersebut menunjukkan performa yang memuaskan, mengindikasikan kepatuhan para pengusaha SPBU terhadap aturan yang berlaku.

“Ada enam SPBU yang sudah kita tera ulang dan hasilnya bagus. Ini membuktikan bahwa para pengusaha SPBU di Banjar cukup patuh dan bertanggung jawab dalam menjaga kepercayaan konsumen,” tambah Eka.

0 Komentar