Jejak Langkah Resa, Sang Petualang Geologi dari Banjaran dan Mimpi yang Membumi

Bagi sebagian orang, tanah dan batuan mungkin hanyalah benda mati. Namun bagi Resa Khoerunisa, setiap lapisan
Bagi sebagian orang, tanah dan batuan mungkin hanyalah benda mati. Namun bagi Resa Khoerunisa, setiap lapisan bumi adalah lembaran cerita yang menantang untuk disingkap.
0 Komentar

Menatap Masa Depan dari Konsultan Menuju Magister

Kini, Resa tidak membuang waktu. Tak lama setelah wisuda, ia langsung terjun ke dunia profesional sebagai konsultan geologi di Kota Bandung.

Hari-harinya diisi dengan analisis kondisi tanah dan studi teknis pembangunan yang berdampak langsung pada lingkungan.

Meski sudah memegang kartu nama sebagai profesional, semangat belajarnya belum padam. Ia menyimpan mimpi besar untuk melanjutkan studi ke jenjang Magister (S2).

Baca Juga:Jejak Keracunan dan Aroma Amis Anggaran Dapur MBG Kota Cimahi!Menu MBG Kab. Bogor Dikritik, Anggaran Gede Isinya Cuma Telur Rebus dan Keripik Tempe?

“Menjadi orang berprestasi itu harus. Dulu saya aktif ikut lomba-lomba, dan ternyata itu memberikan poin plus bagi kehidupan saya,” pesannya singkat namun penuh makna.

Mencetak “Resa-Resa” Baru

Kisah sukses Resa adalah satu dari sekian banyak buah manis program investasi sosial SEG. Laksmi Prasvita, Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, menjelaskan bahwa sejak 2010, program ini telah membantu 245 mahasiswa dengan tingkat kelulusan 100 persen.

“Kami ingin membantu putra-putri terbaik di sekitar area operasi agar bisa lulus dari perguruan tinggi negeri dan meningkatkan taraf hidup keluarga,” ungkap Laksmi.

Ke depan, SEG menargetkan 100 siswa SMA binaan untuk mengikuti bimbingan belajar agar bisa menembus kampus impian, dengan kuota 15 penerima beasiswa baru setiap tahunnya. Bahkan, mereka yang berprestasi seperti Resa berpeluang besar untuk magang hingga berkarir di SEG.

Resa Khoerunisa telah memberikan teladan: bahwa domisili di daerah bukan penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit, selama kaki tetap berpijak kuat di bumi—tempat ia belajar, bekerja, dan mengabdi. (yan).

0 Komentar