Harga Pangan Terkendali, Pemkot Bandung Intensifkan Sidak Pasar Jelang Lebaran

Harga Pangan Terkendali, Pemkot Bandung Intensifkan Sidak Pasar Jelang Lebaran
Pedagang memotong daging ayam di Pasar Cihapit, Kota Bandung, Selasa (3/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi harga kebutuhan pokok masih dalam batas wajar. Pemantauan rutin dilakukan ke pasar tradisional, toko modern hingga gudang Bulog guna menjamin ketersediaan stok dan mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menyampaikan bahwa hingga awal Maret 2026, harga sejumlah komoditas strategis terpantau relatif stabil. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pengawasan langsung di lapangan sebagai langkah antisipatif menghadapi peningkatan permintaan jelang Lebaran.

Menurut Ronny, dalam sepekan terakhir pihaknya telah melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional hingga tiga kali. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak ada praktik penimbunan yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Baca Juga:Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah Sesi II di 15 Kecamatan, Ini Lokasinya!Pemkab Bandung Siapkan 5.000 Paket Operasi Pasar Murah Saat Ramadan 1447 Hijriah

“Pemantauan terus kami lakukan. Minggu lalu saja kami turun ke pasar tradisional sampai tiga kali. Dalam waktu dekat, kami juga akan meninjau bersama unsur pimpinan ke beberapa pasar, termasuk toko modern dan kemungkinan ke Bulog untuk memastikan stok tersedia,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, daging sapi, dan daging ayam masih berada pada kisaran harga yang terkendali. Meskipun terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, lonjakan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar dan tidak signifikan.

“Sejauh ini harga kebutuhan pokok, termasuk daging sapi dan ayam, relatif terkendali. Secara umum masih stabil, dan ini akan terus kami pantau secara berkala,” katanya.

Ronny menegaskan, stabilitas harga menjadi prioritas pemerintah daerah agar masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan Lebaran tanpa rasa khawatir. Ia menyebut, momentum hari raya seharusnya menjadi waktu yang penuh kebahagiaan, bukan justru dibayangi kecemasan akibat gejolak harga.

Pemerintah Kota Bandung juga terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, serta pihak Bulog guna memastikan pasokan tetap aman hingga puncak arus belanja menjelang Idulfitri. Jika ditemukan indikasi lonjakan harga yang tidak wajar, Disdagin siap melakukan langkah intervensi, termasuk operasi pasar.

“Kami optimistis dengan langkah antisipasi yang dilakukan, masyarakat bisa menjalani persiapan Lebaran dengan lebih tenang. Harapannya, Lebaran tetap menjadi momen kebahagiaan, bukan kekhawatiran karena kenaikan harga,” tegasnya.

0 Komentar