JABAR EKSPRES – Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama Ramadan 1447 Hijriah masih relatif stabil.
Memasuki hari ke-12 puasa, pergerakan harga sejumlah komoditas terpantau belum mengalami lonjakan signifikan meski permintaan warga meningkat.
Pantauan di Pasar Tradisional Tagog Padalarang menunjukkan kenaikan harga terjadi tipis pada beberapa komoditas, namun belum berdampak besar terhadap daya beli masyarakat.
Baca Juga:Jaga Daya Beli Masyarakat, Dirut Bulog Lakukan Pengawasan Rutin Harga Pangan Selama RamadanJelang Lebaran, Bapanas Perketat Pengawasan Harga dan Distribusi Pangan
Aktivitas jual beli justru mulai menggeliat seiring bertambahnya kebutuhan untuk sahur dan berbuka puasa.
Pedagang beras, U. Koswara (68), mengatakan harga beras medium masih bertahan di angka Rp14.000 per kilogram, sementara beras premium dijual Rp16.000 per kilogram. Untuk beras ketan hitam dibanderol Rp28.000 per kilogram dan ketan putih Rp15.000 per kilogram.
“Permintaan memang naik selama Ramadan, tapi stok masih aman jadi harga belum ada kenaikan lagi. Mudah-mudahan tetap stabil sampai mendekati Lebaran,” ujar Koswara, Senin (2/3/2026).
Sementara itu, harga daging sapi di pasar tersebut masih bervariasi tergantung kualitas. Fitri (30), salah seorang pedagang daging, menyebut harga berada di kisaran Rp125.000 hingga Rp145.000 per kilogram.
“Untuk kualitas biasa Rp125.000, kalau yang super bisa sampai Rp145.000 per kilo,” jelasnya.
Ia mengakui permintaan meningkat, terutama menjelang akhir pekan. Namun, kenaikan harga belum terlalu signifikan. Sementara untuk jeroan seperti usus, babat, dan ati dijual Rp70.000 per kilogram, sedangkan paru dan limpa mencapai Rp90.000 per kilogram.
“Masih normal. Biasanya lonjakan itu kalau sudah dekat Lebaran,” tambah Fitri.
Baca Juga:Jelang Ramadan 2026, Saber Pangan Temukan Kenaikan Harga Ayam dan Daging di CimahiJadi Sorotan, Fenomena Pedagang Baru hingga Harga Pangan Jelang Ramadan di Cimahi
Di sisi lain, pedagang telur, Andi (28), mengatakan harga telur ayam ras saat ini berada di kisaran Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut naik tipis dibanding pekan lalu, seiring meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
“Naiknya masih wajar karena permintaan memang lebih tinggi. Tapi pasokan lancar, jadi belum ada lonjakan,” ujarnya.
Menurut Andi, telur menjadi salah satu komoditas dengan perputaran tercepat selama bulan puasa karena banyak digunakan untuk berbagai menu berbuka dan sahur.
“Mudah-mudahan harganya ga terus naik. Biasanya mendekati lebaran naik, tapi ga begitu tinggi,” tambahnya.
