Jadi Sorotan, Fenomena Pedagang Baru hingga Harga Pangan Jelang Ramadan di Cimahi 

Jadi Sorotan, Fenomena Pedagang Baru hingga Harga Pangan Jelang Ramadan di Cimahi 
Salah Seorang Pedagang Pasar yang Berlapak di Luar Internal Pasar (Dimas/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang Ramadan, Pemerintah Kota Cimahi mulai mencermati dinamika sektor perdagangan, terutama potensi munculnya pedagang musiman dan fluktuasi harga kebutuhan pokok. Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi memastikan hingga saat ini kondisi pasar masih relatif stabil dan terkendali.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Indra Bagjana, menyampaikan bahwa belum ditemukan lonjakan signifikan terkait pertumbuhan pedagang baru di wilayah Cimahi. Menurutnya, fenomena yang ada masih bersifat reguler dan lazim terjadi menjelang bulan suci.

“Belum terlihat ada laporan atau gejala yang luar biasa, masih reguler seperti biasa. Biasanya nanti mulai terlihat di awal-awal Ramadan, terutama pedagang musiman. Selama tidak mengganggu ketertiban umum, kami memandang usaha adalah hak semua orang, silakan saja, yang penting tertib dan keamanan pangannya terjamin,” ujar Indra, Kamis (12/2/26).

Baca Juga:Pelemahan Ekonomi Singapura Jadi Momentum Strategis bagi IndonesiaTransmigrasi Bertransformasi, dari Bagi Lahan Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Indra mengakui, pada Ramadhan tahun lalu sempat terjadi peningkatan jumlah pedagang, terutama yang bersifat sementara. Namun untuk tahun ini, pihaknya belum dapat memastikan tren yang sama akan kembali terjadi.

“Tahun lalu memang ada peningkatan, tapi untuk tahun ini saya belum bisa memastikan seperti apa kondisinya. Nanti kita lihat perkembangannya, dan kemungkinan akan berkoordinasi dengan tim Satpol PP,” katanya.

Dari perspektif pemerintah daerah, kewirausahaan justru terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. Meski demikian, Indra menegaskan bahwa aspek ketertiban umum tetap menjadi batas utama.

“Dari sudut pandang kami di bidang perdagangan, usaha itu adalah hak semua orang. Bahkan kami mengimbau kewirausahaan untuk ditingkatkan, tapi jangan sampai mengganggu ketertiban umum. Itu kuncinya,” tegasnya.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, Disdagkoperin Cimahi secara rutin menggelar operasi pasar murah. Program tersebut dilaksanakan minimal satu kali setiap bulan melalui skema Si Besti, khususnya untuk komoditas beras. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah juga menambahkan komoditas minyak goreng.

“Kalau untuk operasi pasar murah, kami rutin sebulan sekali melalui Si Besti untuk beras. Bulan terakhir ini kami juga menambah komoditas minyak goreng. Mudah-mudahan saat Ramadan nanti kami juga kembali menyelenggarakan Si Besti yang rutin setiap Kamis terakhir bekerja sama dengan Bulog,” jelas Indra.

0 Komentar