Acara yang dipandu Prima Ramadan tersebut juga dimeriahkan penampilan seni religi dari Bhattara Sena yang memperkaya suasana dengan pesan-pesan spiritual melalui karya seni.
Pimpinan Pesantren Darussalam, KH Dr Fadlil Yani Ainusyamsi, menegaskan bahwa pesantren yang dipimpinnya sejak lama membuka ruang bagi seni dan budaya sebagai bagian dari proses pendidikan.
“Pesantren ini sejak dulu terbuka dengan berbagai kegiatan seni dan budaya. Bagi kami, silaturahmi santri seperti ini bukan sekadar acara, tetapi bagian dari ikhtiar membangun keberkahan umat,” ujarnya.
Baca Juga:Dari Gunung Puntang, Coklat Kita Silatusantren Tadabbur Alam Tanamkan Nilai Cinta Lingkungan kepada SantriCoklat Kita Napak Jagat Pasundan 'Ngaruat Jagat', Persembahan Spektakuler Bagi Pangandaran di Usia Ke-13
Ia menekankan bahwa pesantren harus menjadi ruang yang hidup. Menurutnya, kolaborasi dengan Coklat Kita merupakan kelanjutan relasi yang telah terjalin sebelumnya dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
“Pesantren harus menjadi ruang yang hidup, tempat nilai agama bertemu dengan budaya, agar santri memiliki kepekaan sosial dan kultural di tengah perubahan zaman, pesantren tidak boleh terisolasi, melainkan harus hadir sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin, menjelaskan alasan memilih Darussalam sebagai lokasi pembuka rangkaian Ramadan 2026.
“Pesantren Darussalam ini adalah pesantren besar dengan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang kuat. Kami melihat pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan nilai dan karakter,” ujarnya.
Ia berharap silaturahmi ini benar-benar menyentuh akar komunitas santri.
“Karena itu, Coklat Kita Silatusantren Nikmatnya Ramadan kami mulai dari sini, agar silaturahmi ini benar-benar menyentuh akar komunitas santri,” katanya.
Program ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang memadukan edukasi, kepedulian sosial, dan hiburan bernilai positif. Setelah Ciamis, kegiatan akan berlanjut ke Pesantren Cipulus dan Pesantren Al-Ittihad.
Seorang santri yang telah tujuh tahun menimba ilmu di Pesantren Darussalam sekaligus mahasiswa Universitas Islam Darussalam, Doni Rizwanto mengaku bangga menjadi bagian dari pesantren tersebut.
Baca Juga:Kunjungi Ponpes Al-Ma’mun Sumedang, Coklat Kita Silatusantren Bikin Santri Peduli Kebersihan LingkunganCoklat Kita Silatusantren di Subang: Dorong Santri Jadi Pelopor Gerakan Peduli Sampah

Santri putri Kayla Azka Nadhifah saat merespon gelaran Coklat Kita Silatusantren Nikmatnya Ramadhan 2026 yang di gelar di Pesantren Darussalam, Kabupaten Ciamis (Sadam/JE)
“Saya memilih Darussalam karena punya ciri khas sendiri dan merupakan pondok pesantren tertua di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
