Ia menambahkan, Darussalam memiliki banyak tokoh dan alumni yang berkiprah di berbagai daerah hingga mancanegara.
Sementara itu, santri putri Kayla Azka Nadhifah menilai kegiatan Coklat Kita selalu menghadirkan pengalaman berbeda. Ia juga menyoroti pendekatan dakwah melalui seni musik.
“Coklat Kita ke sini itu bukan yang pertama kali. Sudah pernah sebelumnya, dan menurut saya acaranya selalu menarik. Di sini dakwahnya juga melalui musik-musik religi. Di dalam lagu-lagunya ada makna-makna yang disampaikan,” tuturnya.
Baca Juga:Dari Gunung Puntang, Coklat Kita Silatusantren Tadabbur Alam Tanamkan Nilai Cinta Lingkungan kepada SantriCoklat Kita Napak Jagat Pasundan 'Ngaruat Jagat', Persembahan Spektakuler Bagi Pangandaran di Usia Ke-13
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Ciamis Andang Firman Triyadi, Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama lintas agama.
Melalui Silatusantren Nikmatnya Ramadan 2026, pesantren kembali menegaskan perannya sebagai ruang perjumpaan, menguatkan silaturahmi, merawat budaya, serta membangun generasi dengan ketahanan spiritual dan kultural yang kokoh di tengah arus zaman.
