Pemburu Takjil Berkurang, Ramadan di Desa Pasirlangu KBB Terasa Sepi

Suasana sepi di lokasi penjualan takjil di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat
Suasana sepi di lokasi penjualan takjil di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat/Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ramadan 1447 Hijriah di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), berlangsung dalam suasana yang berbeda.

Jika tahun-tahun sebelumnya kawasan ini dipadati pemburu takjil, kini aktivitas jual beli menurun setelah bencana longsor melanda wilayah tersebut.

Sepinya pembeli diduga berkaitan dengan dampak longsor yang terjadi beberapa pekan lalu. Sejumlah warga terdampak terpaksa mengungsi, sehingga perputaran ekonomi masyarakat, termasuk pedagang takjil, ikut terpengaruh.

Baca Juga:Kekerasan terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Tasikmalaya, Diduga Dilakukan Ketua KDMP Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKB

Jajang (35), pedagang aneka makanan yang sudah 10 tahun berjualan di lokasi tersebut, mengatakan Ramadan tahun ini menjadi salah satu yang paling sepi sepanjang ia berdagang.

“Biasanya menjelang magrib ramai sekali. Sekarang jauh berbeda, pembeli berkurang drastis karena banyak warga yang terdampak dan sebagian masih mengungsi,” ujarnya saat ditemui di Desa Pasirlangu, Sabtu (28/2/2026).

Ia mengaku penurunan jumlah pembeli berdampak langsung pada omzet harian yang turun signifikan dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.

“Penurunannya terasa sekali. Omzet sangat menurun,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Atang (56), penjual tahu goreng asal Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu. Menurutnya, suasana Ramadan kali ini tidak seramai biasanya.

“Tahun kemarin masih ramai, sekarang sepi. Jadi saya mengurangi jumlah dagangan supaya tidak terlalu banyak sisa,” tuturnya.

Atang menambahkan, ia sempat menerima bantuan sembako sebanyak dua kali pascakejadian longsor, meskipun jarak rumahnya dengan titik bencana sekitar 500 meter. Namun, sejak memasuki Ramadan 1447 Hijriah, ia belum lagi menerima bantuan.

Ia berharap kondisi segera membaik agar aktivitas warga kembali normal dan penjualan bisa pulih seperti sediakala.

Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta

“Kami hanya berharap keadaan cepat pulih, warga kembali beraktivitas seperti biasa, supaya dagangan juga bisa ramai lagi,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar