Siswa SMPN 6 Cimai Diduga Keracunan MBG Menu Onigiri, Begini Respons Orang Tua Siswa 

Ilustrasi Menu MBG Onigiri (Doc: Meta AI)
Ilustrasi Menu MBG Onigiri (Doc: Meta AI)
0 Komentar

Ia menuturkan, anaknya terbiasa antusias saat menerima menu MBG seperti roti, susu, dan buah. Namun kali ini, menu nasi onigiri justru membuat anaknya sakit perut.

“Nah untuk yang kemarin itu apalagi sempat yang bikin perut anak saya sakit ya responnya kecewa, kecewa sangat gitu,” ujarnya.

Resti juga mengungkapkan bahwa anaknya langsung mengonsumsi makanan tersebut dalam kondisi perut kosong. Dari tekstur dan aroma, nasi sudah terasa lengket dan berbau.

Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL

“Tapi kalau anak-anak ya dimakan aja gitu walaupun nggak sempet semuanya habis,” katanya.

Tak lama setelah pulang sekolah, anaknya mengeluhkan sakit perut. Keluhan serupa juga dialami teman-temannya, yang kemudian saling berkomunikasi lewat WhatsApp.

“Oh berarti memang iya, karena ya gimana sih kayak kata anakku sih kayak nasinya memang udah teksturnya udah lengket terus agak berbau, basi gitu,” sambungnya.

Resti mengaku sangat menyayangkan menu tersebut bisa dibagikan kepada siswa, terutama dalam kondisi perut kosong atau saat anak-anak berpuasa.

“Terus saya juga jadi khawatir sama anak saya gitu,” ujarnya.

Sebagai pertolongan awal, Resti memberikan air minum dan air kelapa untuk menetralisir kondisi anaknya.

“Cuman alhamdulillahnya nggak sampai terlalu sampai muntah-muntah. Untuk kondisi anak saya dari awal alhamdulilah tidak sampai mual muntah, namun saat ini perutnya masih tidak nyaman saja,” ujar Resti.

Baca Juga:Ada 250 Kursi Mudik Gratis Pemkot Bandung, Siap Antar Warga Pulang ke Kota-kota Ini!MTP dan Kodim 0618/Kota Bandung Gelar Pangan Murah untuk Bantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok

Sementara itu, orang tua siswa lainnya, Asep (49), juga menyoroti kualitas menu MBG yang diduga basi. Ia mengaku was-was setiap kali pembagian MBG di sekolah.

“Bukannya senang malah menjadi paranoid takut terjadi keracunan seperti saat ini,” katanya.

Menurut Asep, program MBG dinilai tidak terlalu urgen, terutama saat bulan puasa.

“Mending uangnya dikasih orang tua,” ujarnya.

Asep menjelaskan, anaknya yang duduk di bangku kelas IX, sempat membawa pulang paket MBG tanpa memeriksa isi makanan. Setelah ada pemberitahuan dari guru agar makanan tidak dikonsumsi, barulah paket dibuka dan ditemukan telur dengan kondisi tidak matang sempurna.

0 Komentar