BPBD Kabupaten Bandung Perkuat Mitigasi di 8 Desa Rawan Banjir Bandang dan Longsor

Longsor
Ilustrasi longsor. (Ist)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mulai memperkuat langkah mitigasi menjelang memasuki musim hujan.

Sosialisasi dan edukasi kebencanaan bakal lebih digencarkan di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Stasiun Klimatologi Jawa Barat BMKG yang menyebut sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

Baca Juga:68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang SeptemberMendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung Diki Sudrajat mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi kepada organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa dan lurah.

Selain memberikan peringatan kepada pemerintah di tingkat wilayah, BPBD juga menyiapkan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

“Terutama di delapan desa yang berdasarkan pemetaan memiliki kerawanan banjir bandang dan longsor. Di sana akan kami tingkatkan sosialisasi mengenai potensi bencana sekaligus pemahaman masyarakat terhadap risikonya,” kata Diki, Kamis (8/10/2026).

Delapan desa tersebut menjadi perhatian karena memiliki potensi terdampak banjir bandang, longsor, maupun kedua jenis bencana tersebut.

Sejumlah wilayah yang masuk pemetaan antara lain Desa Panenjoan di Kecamatan Cicalengka, Nanjungmekar di Rancaekek, Cikalong di Cimaung, Pasirmulya di Banjaran, dan Buninagara di Kutawaringin.

Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, juga menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan untuk penguatan mitigasi.

Diki menyebut wilayah tersebut memiliki pengalaman kejadian longsor pada 5 Desember 2025. Selain ancaman longsor, Wargaluyu juga memiliki potensi terdampak banjir bandang.

Baca Juga:Danantara Investasi 250 Juta Dolar AS di Perusahaan Migas AS HighPeak EnergyMemilih Laptop Menjadi Investasi Jangka Panjang, Axioo dengan Perlindungan Axioo ADP XTRA hingga 3 Tahun

“Di Desa Wargaluyu pernah terjadi longsor pada 5 Desember 2025. Selain longsor, di wilayah tersebut juga ada potensi banjir bandang,” ujarnya.

Menurut Diki, kesiapsiagaan tidak hanya perlu dilakukan di desa-desa yang masuk prioritas. Masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bandung diminta meningkatkan kewaspadaan karena ancaman bencana hidrometeorologi dapat terjadi di sejumlah kawasan dengan karakteristik berbeda.

BPBD memetakan sejumlah wilayah yang memiliki potensi banjir akibat luapan sungai. Di antaranya Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek, Katapang, Margaasih, Banjaran, Solokanjeruk, Majalaya, Ciparay, dan Cangkuang.

Sementara itu, potensi angin kencang juga menjadi perhatian BPBD. Ancaman tersebut dipetakan di sejumlah wilayah, antara lain Cileunyi, Rancaekek, Cimenyan, Katapang, Margahayu, Margaasih, Soreang, Cimaung, Banjaran, Solokanjeruk, dan Pameungpeuk.

0 Komentar