Irwan menambahkan bahwa data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) masih menunjukkan angka yang perlu ditingkatkan. Capaian penanganan sampah berada di angka 70,84 persen dan pengurangan sampah 23,26 persen. Artinya, masih ada hampir 30 persen sampah yang belum terkelola dengan baik. “Penghargaan itu salah satunya buah dari administrasi, trophy itu plakat, sertifikat itu kertas, tapi bau sampah dan karat kontainer itu realitas. Jangan sampai penghargaan ini hanya menjadi kosmetik politik di tengah minimnya pelayanan publik terhadap kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Persoalan infrastruktur pengelolaan sampah pun dinilai lumpuh. Banyak kontainer sampah yang rusak dan tidak layak pakai, bahkan menjadi sumber penyakit. Ironisnya, di tengah krisis ini, DPRD Kota Banjar sebelumnya telah sepakat untuk memotong tunjangan perumahan dan transportasi mereka guna dialokasikan bagi perbaikan kontainer sampah yang rusak parah . Namun, realisasi dari komitmen tersebut masih dinantikan publik.
